Suara.com - Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto memastikan akan menjalankan perintah Presiden Joko Widodo untuk mengevakuasi 249 WNI dari China. Ia menyebut, saat tiba nanti, para WNI ini dipastikan akan menjalani proses karantina di tanah air.
"Harus, karantina itu merupakan perintah WHO, dua minggu. Dua minggu nggak usah khawatir, pasti nyaman nanti. Soal itu, nanti teknis kita bicarakan yang paling nyaman, tidak menimbulkan kekhawatiran keluarga, dan tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat," ujar Menkes Terawan di Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).
Persoalan karantina, kata dia, tidak harus selalu di rumah sakit. Pemerintah akan mementingkan faktor kenyamanan para WNI yang baru pulang ini. Mengingat, karantina bukanlah isolasi, jadi tidak harus di rumah sakit. Yang terpenting harus tetap dalam pemantauan, untuk mengamati ada tidaknya gejala.
"Kamu enak tinggal dimana? Kamu pengen tinggal di rumah sakit atau gimana?," tutur Menkes Tewrawan mengumpamakan tempat tinggal untuk WNI yang akan dievakuasi.
Jika pun harus di rumah sakit, kata pemilik Terawan Theory itu, 100 rumah sakit yang ada di Indonesia sudah siap dengan fasilitas dan peralatan medis yang mumpuni untuk merawat mereka yang pulang dari China. Khususnya di Jakarta, setidaknya ada 3 rumah sakit yang akan menangani langsung. Begitu juga dengan kesiapan dokter dan tenaga medis dipastikan aman dan terkendali.
"100 rumah sakit sudah siap. Rumah sakit rujukan sudah ada tiga, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto. Di situ lengkap sekali termasuk alat atau ICU tekanan negatif ada disitu," terangnya.
"Tenaga medis siap terus, selalu siap. Ya kita kolaborasi sipil militer itu membuat kita kuat. Karena apa, karena kita tidak melakukan split (perbedaan) ini militer. Tidak, kita menghadapi ancaman yang sama. Jadi ini namanya sipil militer collaboration," lanjutnya.
Terakhir, hingga saat ini Menkes Terawan memastikan Indonesia aman dan tidak ada satupun mereka yang sebelumnya suspect dinyatakan positif corona. Artinya Indonesia berstatus zero virus corona.
"Jadi yang penting buktinya apa? Buktinya memang negatif. Kalau positif ya saya katakan positif, kalau negatif saya mau ngomong apa?," imbuhnya.
Baca Juga: WNI di China Bakal Dijemput Pemerintah, Kemenkes Jelaskan Teknis Karantina
"Karena doa kalian, kita semua berdoa dan menjaga imunitas sehingga itu yang sangat penting. Pesan saya, jaga imunitas tubuh kita ya, makan yang cukup gizinya, lakukan gerakan masyarakat hidup sehat, cukup begerak 30 menit, pikiran juga harus nyaman," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak