Suara.com - Di tengah karirnya yang terus menanjak, aktor Mark Ruffalo menerima diagnosis bahwa ia menderita neuroma akustik atau tumor otak jinak.
Dilansir dari Express, awalnya ia enggan memberitahu istrinya. Namun beberapa minggu setelah kelahiran putranya, ia membuka diri dan akhirnya menjalani operasi.
Untungnya, operasi itu berhasil dan dokter dapat mengangkat tumornya. Namun operasi itu sendiri, bagaimanapun, telah meninggalkan Mark dengan banyak efek samping.
Pemeran "Hulk" itu jadi kehilangan pendengaran di telinga kirinya dan satu sisi wajahnya menjadi lumpuh total.
Bahkan setelah tumor diangkat, kelumpuhan yang dihasilkan dari sisi kiri wajah Mark menyebabkan komplikasi bagi aktor.
Akhirnya aktor 52 tahun itu hanya tinggal di rumah mengasingkan diri, menolak kunjungan dari kolega dan teman.
Mark mengalami kesulitan menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat bekerja. Ketika berbicara dengan Telegraph, Mark mengatakan bahwa setelah enam bulan lumpuh, kemungkinan mendapatkan kembali kendali motorik atas seluruh wajahnya akan jauh.
Namun, ia berhasil melewati rintangan dan setelah enam bulan lumpuh, Mark mampu melakukan gerakan yang sangat kecil. Menandakan awal dari pemulihan yang masih akan memakan waktu beberapa bulan lagi
The Mayo Clinic menjelaskan neuroma akustik adalah tumor yang tidak bersifat kanker dan biasanya tumbuh lambat. Ia berkembang pada saraf utama yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak Anda.
Baca Juga: Terapi Akupuntur Bisa Bantu Atasi Tumor dan Kanker, Ini Penjelasannya!
Cabang-cabang saraf ini secara langsung memengaruhi keseimbangan dan pendengaran Anda, dan tekanan dari neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan pendengaran, berdering di telinga Anda dan kegoyahan.
Tanda dan gejalanya bisa termasuk gangguan pendengaran, dering di telinga, pusing dan mati rasa di wajah.
Dalam sebuah wawancara dengan Acoustic Neuroma Association mengenai pengalamannya sebelum dan setelah operasi, Mark mengatakan dia fokus pada mencoba menggerakkan otot-otot wajahnya selama sekitar satu jam setiap hari dan berjalan.
Dua hal ini membantu mempercepat pemulihannya dan mendapatkan kembali keseimbangannya.
Mark juga menjelaskan bahwa ia menjalani berbagai terapi untuk membantu meringankan kelumpuhan, termasuk akupuntur, terapi herbal, pijat, dan bentuk-bentuk pengobatan alternatif lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi