Suara.com - Hilangnya habitat satwa liar di alam akibat pembukaan hutan berpotensi menyebabkan penularan virus ke manusia. Hal ini lantaran satwa liar tersebut akan merambah ke pemukiman manusia, misal untuk mencari makanan.
Dikatakan peneliti senior Pusat Studi Satwa Primata Institut Pertanian Bogor, Joko Pamungkas, "Hutan dibuka dengan alasan atau tujuan pembangunan, mungkin untuk pertanian atau pertambangan, berpotensi menghilangkan habitat dari satwa liar, sehingga mereka akan merambah ke populasi atau komunitas manusia, dan berpotensi menularkan virus," katanya dalam seminar "Menyikapi Virus Corona COVID-19: Dari Lembaga Eijkman untuk Indonesia" di Jakarta, Rabu (12/2/2020).
Ditambah lagi, pertambahan populasi manusia juga akan memungkinkan kedekatan atau memperdekat jarak antara hewan pembawa virus dan manusia.
Hal inilah yang pada akhirnya membuat kelelawar dan civet (semacam luwak) berpotensi menularkan virus corona ke manusia.
"Semakin banyak keragaman biodiversitas satwa liar, semakin besar potensi atau risiko yang mungkin mereka berperan sebagai reservoir atau hewan pembawa virus," ujar Joko, seperti dikutip dari Antara.
Jika habitat satwa liar hilang akibat alih fungsi hutan dan pembukaan lahan, maka satwa liar akan terganggu dan terusik. Akibatnya, mereka berpotensi semakin dekat dengan manusia, karena mereka kehilangan dan kesulitan mencari tempat yang biasanya untuk mencari makan, sehingga mencari ke pemukiman penduduk.
"Di situlah berpotensi terjadi interaksi antara satwa liar dan manusia terjadi," kata dia.
Nah, supaya penularan virus corona tidak kembali berulang pada masa yang akan datang, disarankan manusia tidak merusak habitat satwa liar yang menyebabkan hewan tersebut memasuki pemukiman manusia.
Menurut Joko, kelestarian hutan dan habitat hewan serta satwa liar di dalamnya harus tetap terjaga.
Baca Juga: Perlu Pemeriksaan 2 Lab Agar Dunia Yakin Tak Ada Virus Corona di Indonesia
Konservasi terhadap satwa liar, kata dia, sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?