Suara.com - Sindrom patah hati merupakan suatu penyakit yang bisa menyebabkan jantung melemah sementara waktu. Studi tahun 2019 telah mengaitkan kondisi ini dengan reaksi otak terhadap stres.
Sebuah artikel dalam European Heart Journal, para peneliti Swis telah menemukan hubungan antara cara otak berkomunikasi dengan jantung dan sindrom patah hati yang disebut sindrom takotsubo (TTS).
TTS adalah kondisi langka yang melemahkan ventrikel kiri dan mengganggu fungsi pemompaan jantung. Tetapi, kondisi langka ini hanya terjadi sementara.
Ahli ilmu saraf dan ahli jantung Swiss melalui penelitiannya pun telah melakukan pemindaian otak MRI pada 15 pasien TTS. Sebanyak 15 pasien ini sudah didiagnosis sekitar setahun lalu dan mereka membandingkannya dengan pemindaian 39 orang sehat.
Secara khusus, mereka melihat 4 area otak yang mengendalikan emosi, motivasi, pembelajaran, memori dan berbagi informasi lainnya. Adapun 2 daerah yang mereka analisis, yakni amigdala dan cingulate gyrus yang mengendalikan sistem saraf otonom dan fungsi jantung.
"Kami menemukan bahwa pasien TTS mengalami penurunan komunikasi antara daerah otak yang terkait dengan pemrosesan emosional dan sistem saraf otonom, yang mengontrol kerja tubuh tanpa disadari, dibandingkan orang sehat," kata Christian Templin, penulis penelitian dan profesor kardiologi di University Hospital Zurich dikutip dari Fox News.
Awalnya, mereka mengidentifikasi korelasi antara perubahan aktivitas fungsional di area otak tertentu dengan TTS. Mereka menemukan stres emosional dan fisik yang terkait dengan TTS.
Namun, peneliti tidak bisa menentukan penurunan komunikasi antara otak dan jantung yang menjadi penyebab TTS atau karena mereka tidak memiliki scan MRI dari otak pasien TTS saat mengembangkan kondisi tersebut.
Peneliti pun berharap riset ini menemukan bahwa sindrom patah hati jelas melibatkan interaksi antara otak dan jantung. Adapun gejala TTS, meliputi nyeri dada dan sesak napas yang mirip dengan serangan jantung.
Baca Juga: Sebut Virus Corona Masuk ke Medan, Pria Ini Sedang Dicari Pihak Rumah Sakit
"Terkait penyakit sindrom patah hati, ada sejumlah besar stres dan semua hormon stres yang ada di kepala dilepaskan ke dalam tubuh. Hal itu akan memengaruhi kondisi jantung," kata dr. Suzanne Steinbaum, seorang ahli jantung.
Penelitian oleh Journal of American Heart Association, juga mencatat bahwa 6 penderita TTS juga memiliki beberapa bentuk kanker dan lebih kecil kemungkinannya untuk bertahan hidup selama 5 tahun setelah didiagnosis.
Karena itu, ahli onkologi dan hematologi harus mempertimbangkan bahwa pasien yang didiagnosis kanker atau menjalani pengobatan nyeri dada dan sesak napas mungkin juga mengalami sindrom patah hati.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah