Suara.com - Virus corona Covid-19 sudah dipastikan masuk ke Indonesia dengan adanya 2 warga Depok, Jawa Barat, yang dinyatakan positif.
Setelah status zero corona gugur dari Indonesia, kemudian banyak orang yang mempertanyakan mengapa 2 WNI ini bisa terinfeksi dan dari mana virus corona Covid-19 tersebut berasal. Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Achmad Yurianto, menjelaskan secara mendetail proses penularan terjadi.
Berdansa di pesta
Yuri bercerita, 2 pasien ini adalah seorang ibu yang tinggal di Depok bersama 2 anaknya, dan seorang pembantu. Selanjutnya, anak kedua tersebut pada perayaan Valentine 14 Februari lalu, memiliki janji bersama teman sehobi untuk melakukan pesta.
Ternyata sahabat-sahabatnya ini bukan hanya dari 1 kewarganegaraan, tapi terdiri dari berbagai kewarganegaraan, sehingga pasien tersebut tidak tahu pasti siapa saja yang datang dalam pesta tersebut.
"Dia tidak tahu pasti siapa yang datang. Jadi nggak pakai absen, termasuk ada yang datang dari Malaysia warga negara Jepang," ujar Yuri di Kemenkes, Jakarta Selatan, (3/3/2020).
Dalam pesta itu, kemudian ada acara menari dansa, sehingga membuat para pengunjung bertatapan dengan jarak yang cukup dekat. Nah, yang tidak disangka, dansa atau menari ternyata dengan pasangan yang berganti-ganti.
"Ada kontak deket, deket-deketan. Dari situ, tanggal 16 (Februari) selesai bubar, urusan masing-masing," jelas Yuri.
Mulai sakit
Baca Juga: Dua Warga Depok Positif Corona, Pemberian Insentif Pariwisata Ditunda
Usai acara itu, si perempuan kemudian merasa tidak enak badan, lemas, dan tidak bisa bepergian kemana-mana, termasuk tidak bisa pergi berangkat kerja. Saat si anak sakit, sang ibulah yang selalu merawatnya. Alhasil, si ibu pun ikut tertular dan pada 20 Februari jatuh sakit.
Pengakuan kontak dengan pasien positif
Di sisi lain, saudara atau anak pertama dari si ibu itu tidak terlalu fokus pada keduanya. Kemudian, karena ibu dan saudaranya jatuh sakit, anak pertama menyarankan mereka untuk pergi dan dirawat di rumah sakit. Tapi kemudian pada 28 Januari ia mendapat kabar dari salah satu temannya yang ikut berdansa di acara yang sama.
"Tanggal 28 (Februari), salah satu teman dansanya dari Jepang yang stay di Malaysia mengabarkan dirinya dirawat di rumah sakit, dengan diagnosis control positif corona atau Covid-19," katanya.
Selanjutnya, karena kaget mendapat kabar itu, pasien kemudian melapor kejadian itu ke petugas medis, kemudian dilakukan tindakan. Keduanya diminta pindah ke Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.
"Kemudian dia ada kontak orang yang (positif corona) dirawat di Malaysia. Langsung diperiksa dan 2 WNI ini konfirmasi positif," tutup Yuri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik