Suara.com - Ibunda Baim Wong, Kartini Marta Atmadja, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (6/3/2020), pukul 22.05 WIB, di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.
Menurut laporan, mendiang meninggal akibat penyakit diabetes yang sudah lama diidapnya. Sebelum meninggal, mendiang sempat dirawat selama 12 hari.
"Memang sakitnya sudah lama. Memang meninggalnya di rumah sakit. Bolak-balik sih (rawat jalan) sakitnya juga sudah lama," tutur salah seorang kerabat Baim, Winda, saat ditemui di rumah duka, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).
Berdasarkan American Diabetes Association, diabetes merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, yang memengaruhi 382 juta orang (8,3% dari populasi dunia) pada 2013.
Sebuah proyeksi menunjukkan prevalensi ini cenderung meningkat dalam 20 tahun ke depan, memengaruhi 592 juta orang (10,1%) pada 2035.
Harapan hidup rata-rata seorang individu berusia 50 tahun dengan diabetes adalah 6 tahun lebih pendek daripada mereka yang tidak memiliki diabetes.
Tingkat kematian secara signifikan lebih tinggi untuk semua penyebab, yang diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu penyakit kardiovaskular, kanker, dan semua penyebab lainnya.
Sedangkan menurut Dr. Robert Gabbay, kepala petugas medis di Joslin Diabetes Center di Boston, komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit diabetes adalah penyebab kematian yang lebih umum.
"Penyakit jantung menyerang orang-orang dengan diabetes pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada orang-orang tanpa diabetes, dan kami tidak sepenuhnya tahu mengapa," ujar Gabbay, dilansir New York Times.
Baca Juga: Ibu Baim Wong Meninggal Dunia karena Diabetes, Sempat Dirawat 12 Hari
Orang dengan diabetes tipe 2 juga lebih cenderung mengalami peningkatan kolesterol, tekanan darah tinggi dan obesitas. Dan, lagi, semua itu adalah faktor risiko penyakit kardivaskular.
"Kabar baiknya adalah banyak perawatan, seperti untuk menurunkan kolesetrol, bahkan lebih efektif dalam menurunkan risiko pada orang dengan diabetes," sambungnya.
Baik diabetes tipe 1 dan 2 juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang lainnya, seperti penyakit ginjal, yang dapat menyebabkan kematian dini.
Masalah seperti kehilangan penglihatan, kerusakan saraf dan infeksi yang dapat menyebabkan amputasi dapat meningkatkan kemungkinan cedera dan kecelakaan, sambung Gabbay lagi.
Berita Terkait
-
Diajak Main Film, Kegigihan Barista Disabilitas Pukau Baim Wong
-
Baim Wong Libatkan Ratusan Warga Lokal di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat