Suara.com - Perilaku panic buying di tengah wabah virus corona Covid-19, nampaknya memberi dampak lebih besar dari sekadar stok masker hingga tisu yang habis. Beberapa orang mungkin merasa kesulitan hingga menderita akibat fenomena ini.
Seperti Peter Oxford, seorang penderita penyakit langka yang kehabisan tisu, padahal ia sangat membutuhkannya. Pria asal Sydney ini menderita cystic fibrosis, dilansir dari Daily Mail.
Baru-baru ini, Peter Oxford sedang menjalani metode pengobatan baru yang membuatnya lebih sering batuk dan mengeluarkan lendir. Karena itu, ia sangat membutuhkan tisu untuk mencegah cairannya mencemari lingkungan atau orang lain setiap hari.
Tetapi, Peter Oxford justru kehabisan dan tak menemukan satu kotak tisu pun di supermarket maupun toko lainnya. Peter pun memohon agar orang-orang tidak menimbun masker hingga tisu di tengah kepanikan corona Covid-19.
Sampai akhirnya, Peter menulis sebuah pesan atau catatan untuk tetangga apartemennya di lift. Peter memohon kepada tetangganya untuk menukar tisu dengan gulungan tisu toilet miliknya.
"Untuk para tetangga, saya tidak bisa menemukan masker di mana pun, di supermarket kami. Saya sedang sakit fibrosis kistik (cystic fibrosi) dan membutuhkan tisu setiap hari. Apakah ada yang memiliki satu kotak tisu dan bersedia meninggalkannya di depan pintu apartemen saya? Saya akan menukarnya dengan gulungan tisu toilet," tulisnya dalam catatan.
Setelah beberapa jam Peter Oxford menempelkan catatan itu di lift apartemennya, seorang tetangga baik hati pun memberinya sekotak tisu yang diletakkan depan pintunya.
Namun, Peter Oxford tetap saja harus pergi ke supermarket setiap 4 hari sekali untuk mengecek dan membeli sekotak tisu lagi jika tersedia.
"Saya ke supermarket di Roseberry, Greensquare, Waterloo, Zetland hingga Bunnings, tapi tidak ada satu pun kotak tisu. Aku hampir menangis dan sangat cemas karena itu. Orang-orang penyandang cacat dan penderita penyakit kronis dirugikan akibat panic buying," tutur Peter Oxford.
Baca Juga: Psikolog Anak: Gadis Pembunuh Harus Dicek Kejiwaan Sebelum Divonis Psikopat
Beberapa hari kemudian, Peter Oxford akhirnya menemukan sekotak tisu yang berisi 80 pcs dengan harga lebih dari 3 dollar atau setara Rp 50 ribuan. Harga sekotak tisu yang berisi 80 pcs ini pun 3 kali lipat dari biasanya.
"Biasanya 1 dollar cukup untuk membeli 200 pcs tisu. Saya tidak punya keluarga dan menghidupi diri sendiri. Tetapi, kepanikan akibat virus corona Covid-19 telah menghabiskan lebih banyak uang untuk orang-orang seperti saya," ujarnya.
Kini, supermarket pun telah memberlakukan batasan membeli masker hingga tisu akibat panic buying. Beberapa supermarket membatasi pelanggannya hanya membeli 2-4 kotak tisu dan masker.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?