Suara.com - Tingginya angka pasien yang terinfeksi virus corona Covid-19 di Italia membuat petugas medis di sana dihadapkan dengan pilihan dilematis tentang mana pasien yang bisa dan tidak bisa diselamatkan.
Dilansir Suara.com dari Business Insider, dokter di Italia dikatakan lebih memprioritaskan pasien muda dan lebih sehat karena memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk selamat karena virus corona Covid-19.
"Kami tidak ingin mendiskriminasi. Kami sadar bahwa tubuh pasien yang sangat ringkih akan kesulitan menerima beberapa jenis pengobatan yang kami berikan daripada mereka yang lebih sehat," kata Luigi Riccioni, seorang anestesiologis dari Siiarti kepada media Italia, Politico.
Belum lama ini, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte memutuskan untuk mengisolasi seluruh wilayah Italia dalam kebijakan 'lockdown' akibat wabah virus corona Covid-19.
Atas kebijakan tersebut, sebanyak 60 juta warga Italia harus mengurangi kehidupan sosial mereka termasuk berbelanja, berwisata, beribadah dan bepergian lainnya.
Di rumah sakit, pekerja medis babak belur dihantam tingginya angka pasien baru yang datang. Mereka harus menyiapkan ranjang rumah sakit yang banyak serta ruang intensif yang memadai.
Dokter yang bekerja keras juga malah ikut jatuh sakit, tak sedikit dari mereka yang terpapar virus corona Covid-19. "Kami memutuskan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan. Seperti situasi perang. Bukan saya yang memutuskan tetapi buku manual yang kami pelajari," kata Christian Salaroli seorang anestesiologis lain dari Italia kepada koran Corriere della Sera.
Ia melanjutkan, jika ada pasien datang dalam kondisi gagal multi organ, kemungkinan besar dokter tidak akan memberikan pengobatan.
Catatan Redaksi:
Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Baca Juga: Awas Kodok Loncat! Interior Kamar Bernuansa Alam Ini Malah Bikin Pusing
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI