Suara.com - Seorang dokter bernama dr. Shela Putri Sundawa sempat viral karena cuitannya di akun miliknya @oxfara yang menceritakan kejadian ketika ia diukur suhu tubuh dengan termometer tembak alias termometer inframerah. Hasilnya mencengangkan, karena tertera suhu tubuhnya sangat 'rendah', yaitu 31,5 derajat Celcius.
Dihubungi oleh Suara.com, dr. Shela, sapaannya, mengatakan bahwa pengukuran suhu menggunakan termometer inframerah harus memastikan alat ukurnya sudah terkalibrasi dengan baik, dan cara pengukurannya juga sudah sesuai agar tidak salah ukur suhu tubuh.
Semakin jauh jaraknya, juga akan semakin luas yang diukur. Oleh karena itu, jika tidak dilakukan dengan baik, pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer inframerah bisa berisiko salah ukur. Lalu, bagaimana dengan efektivitasnya saat digunakan dalam mendeteksi Covid-19?
"Menurut saya cukup baik kalau dilakukan dengan pemeriksaan yang baik pula. Mau menggunakan termometer apapun, asal sesuai penggunaannya dan sudah terbukti hasil akurat," kata dr. Shela melalui sambungan telepon, Kamis (19/3/2020).
Termometer inframerah memang memiliki akurasi berbeda, sekitar satu derajat, dibanding termometer yang lain, lanjutnya. Bagaimana penggunaannyapun berbeda, bergantung pada sensitivitasnya, apakah lebih dekat atau sedikit lebih jauh.
"Setiap merek punya kesensitifan yang berbeda. Makin jauh, yang diukur semakin luas, nanti mungkin berpengaruh juga dengan hasilnya. Ada mungkin yang harus ditempelkan, ada yang harus dijauhkan," sambungnya lagi.
Hal ini disebabkan termometer inframerah tidak hanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh orang, namun juga bisa digunakan untuk mengukur mesin, misalnya. Objek yang diukur menggunkaan kalibrasi berbeda, dan setelah beberapa kali pakai, termometer ini juga harus dikalibrasi ulang.
Dalam pendeteksian Covid-19, menurut dr. Shela, pengecekan suhu tubuh ini bagus untuk mendeteksi lewat gejala awal, yakni demam. Metode ini bisa menjadi salah satu skrining awal, sehingga jika ditemukan orang demam, bisa segera dirujuk, walau mungkin sakitnya bukan karena Covid-19.
Baginya, yang dianjurkan dengan pengecekan suhu tubuh adalah nantinya orang tersebut bisa memeriksa sendiri di rumah. Pasti semua orang memiliki termometer karena bukan barang yang sulit dicari.
Baca Juga: Hadapi Virus Corona, Xiaomi Luncurkan Termometer Canggih
"Kalau mau dikonfirmasi (suhu tubuhnya), bisa di rumah karena kemungkinan salahnya bisa besar," tuturnya.
Dr. Shela menyebut bahwa sebagai pencegahan, kita tidak perlu juga mengecek suhu tubuh sendiri setiap hari di rumah. Bila kita merasa tubuh kita sehat, tidak ada keluhan, ya tidak perlu.
Suhu normal manusia berada dalam kisaran 36,5 - 37,5 derajat celcius. Kurang dari itu, maka berarti hipotermi atau terlalu dingin. Jika lebih tinggi, berarti demam. Suhu di bawah 35 derajat celsius adalah lethal atau mematikan untuk manusia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
4 Rekomendasi Minuman Diabetes untuk Konsumsi Harian, Mana yang Lebih Aman?
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam