Suara.com - Update Corona Covid-19: Rekor Kematian di Italia, 369 Positif di Indonesia
Seiring ditingkatkannya proses pendeteksian coronavirus-SARS-CoV-2 yang menyebabkan sakit Covid-19 di berbagai belahan dunia, membuat angka kasus positif semakin naik secara signifikan.
Berdasarkan laporan secara real time laman Worldometers.info, Sabtu (21/3/2020) pukul 00.16 GMT, kasus positif sudah sebanyak 275.189 dan tersebar di 185 negara, dengan 91.533 kasus di antaranya berhasil sembuh. DI sisi lain, 11.383 jiwa melayang akibat virus corona Covid-19.
Data menunjukkan jumlah kematian di Italia sudah melebihi kematian di China, negara virus ini berasal. Ada sebanyak 4.032 jiwa melayang di Italia, lebih banyak dari China dengan jumlah 3.255.
Tak main-main, jumlah kematian per hari di Italia mencapai 627 jiwa. Sedangkan di China berkurang drastis yakni 7 jiwa per hari. Adapun kasus positif per hari Italia mencapai 3.433 dengan total kasus sebanyak 47.021 orang yang terinfeksi. Tapi di Italia sudah ada 5.129 orang yang dinyatakan sembuh.
Menyusul Italia, Spanyol menunjukkan grafik yang juga memprihatinkan. Di mana kasus positif ditemukan per hari mencapai 3.433, sedangkan total keseluruhan di Spanyol mencapai 21.510 kasus positif.
Sebelumnya, pada 3 Maret 2020 Oraganisasi Kesehatan Dunia, WHO menyebutkan angka fatalitas atau penyebab kematian virus ini sebesar 3,4 persen. Penyebab kematian tertinggi karena faktor penyakit komorbid atau penyakit penyerta, seperti orang yang sudah sakit jantung terkena virus risiko kematian mencapai 13,2 persen.
Sementara itu di Indonesia, total kasus positif yang ditemukan mencapai 369, dengan total kasus temuan per hari sebanyak 60 kasus. Sebagian dari mereka 17 orang di antaranya berhasil sembuh dan sebanyak 32 orang meregang nyawa karena virus.
Namun kabar baiknya, selain sudah ada 3 rumah sakit swasta yang mendedikasikan diri sebagai rumah sakit khusus Covid-19, yakni RS Siloam Kepala Dua, RS Mitra Keluarga Jati Asih, dan RS Hermina Karawang.
Baca Juga: Persiapan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Rampung Besok
Presiden juga mengaku sudah memesan 5 juta obat flu dari Jepang, untuk para pasien Covid-19. 2 juta obat adalah Avigan dan 3 juta obat klorokuin. Meski dua jenis obat ini bukanlah obat khusus Covid-19, tapi digadang-gadang mampu menghentikan laju penularan agar tidak terlampau cepat, dan bisa dikendalikan.
Tak hanya itu, menyusul beberapa pejabat di Indonesia yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pemerintah juga akan segera melakukan skrining atau pemeriksaan massal pada 600.000 hingga 700.000 orang yang berisiko terinfeksi, dan belum diketahui hasilnya.
Pemeriksaan ini menggunakan metode rapid test, di mana sampelnya menggunakan darah, sehingga bisa mendeteksi dan memeriksa cepat dalam hitungan 2 menit sudah mendapat hasil. Oleh karenanya presiden juga sudah memesan 1 juta kit atau alat pemeriksaan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya