Suara.com - Saat ini banyak orang memiliki mendisinfektan rumah, lingkungan sekitar rumah dan badan setiap kali keluar masuk demi mencegah penyebaran virus corona Covid-19.
Banyak pula yang selalu mendisinfektan barang-barang atau paketan sebelum masuk ke dalam rumah. Tak terkecuali gadget, laptop dan barang-barang elektronik yang selalu dibawa ke mana pun.
Tetapi, apakah barang belanjaan dan makanan perlu disemprot disinfektan?
Dr. Perpetua Emeagi, dosen Biologi Manusia dan Ilmu Biologi di Liverpool Hope University mengatakan bahwa paketan dan parsel termasuk permukaan yang bisa menjadi tempat bertumbuhnya virus corona Covid-19.
"Permukaan seperti kardus dan plastik sekarang dikenal sebagai tempat berlindung yang aman untuk virus corona Covid-19. Jika kamu tidak membersihkannya, lalu membawanya masuk ke dalam rumah dan memegangnya, maka kamu bisa berisiko terinfeksi jika barang sudah terkontaminasi virus," jelas Dr. Perpetua Emeagi dikutip dari Metro.
Kabar baiknya, kemasan makanan tidak termasuk permukaan yang bisa menjadi tempat bertahan hidupnya virus. Jadi kemasan makanan sangat berisiko rendah menularkan virus corona Covid-19.
NHS pun tidak memeberikan saran langkah-langkah untuk membersihkan atau mendisinfektan barang belanjaan dan makanan.
"Sangat mungkin virus corona Covid-19 menyebar melalui paket atau makanan. Tapi, risiko besar penularannya justru ketika Anda berada di toko makanan itu sendiri," jelas NHS.
Ketika berada di toko, ada banyak hal yang pasti Anda pegang, seperti pegangan troli, keranjang, mesin check out mandiri dan lainnya. Karena itu, semua orang disarankan selalu mencuci tangan dan dilarang memegang area wajah.
Baca Juga: Berlapis-lapis, Dokter China Tunjukkan Cara Pakai APD sebelum 'Perang'
Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan jarak sosial ketika antri membayar. Anda perlu menjaga jarak setidaknya 2 meter dengan orang lain untuk mencegah penularan virus corona Covid-19.
Sepulangnya dari berbelanja, Anda juga disarankan cuci tangan pakai sabun dan air ketika tiba di rumah, setelah menyimban barang-barang belanjaan, menyimpan bahan makanan dan sebelum makan.
Baru-baru ini, viral sebuah video seorang dokter dari Michigan, AS yang menyarankan semua orang meninggalkan barang belanjaan di luar selama 3 hari dan menyemprotnya dengan disinfektan.
Tetapi, para ahli telah membantah langkah itu karena berbahaya. Selain itu, meninggalkan makanan segar di luar tanpa pendingin juga tidak baik selama berhari-hari.
Para ahli pun menjelaskan bahwa virus hanya bisa bertahan di permukaan seperti kardus selama 24 jam. Mereka juga tidak melarang seseorang jika ingin membersihkan barang-barang belanjaannya, tapi tidak menggunakan disinfektan pada makanan.
Selain itu, mereka menegaskan bahwa cuci tangan sebelum memasak dan makanan adalah cara pencegahan yang paling baik. Penting pula untuk mencuci buah dan sayuran sebelum dimasak, tetapi jangan menggunakan sabun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem