Suara.com - Tes Darah Mutakhir Ini Bisa Deteksi 50 Jenis Kanker, Canggih Banget!
Kemajuan zaman di bidang ilmu kesehatan tidak hanya terjadi pada sektor obat-obatan. Alat deteksi penyakit pun juga semakin berkembang.
Salah satunya adalah tes darah yang disebut mampu mendeteksi hingga 50 jenis kanker. Metode ini disebut sudah digunakan dan berhasil melacak beberapa jenis kanker mematikan, mulai dari kanker pankreas, kanker rahim, kankes usus, hingga kanker otak pada stadium dini.
Dilansir DW Indonesia, para ilmuwan mengatakan, metodenya bahkan dapat mendeteksi mutasi kanker sebelum gejalanya muncul. Tes darah ini juga bisa melacak tumor yang sangat berbahaya, yang biasanya tidak terdeteksi.
Tes itu melacak indikator, berupa perubahan pada DNA sel kanker yang mati yang masuk ke dalam darah disaat selubung luar penyakit itu terurai.
Temuan yang dilaporkan dalam Annals of Oncology itu menurut para ilmuwan, prosedurnya sangat bagus untuk mendeteksi kanker pada stadium perkembangan lebih lanjut.
Akan tetapi, penulis laporan ilmiah itu juga menegaskan, penelitian lebih lanjut bisa menunjukan hasil metode tes yang dapat mendiagnosa kanker pada stadium yang jauh lebih dini.
Melacak mutasi molekul sel sehat
Tes darah terbaru yang dikembangkan Dana-Faber Cancer Institute dan Mayo Clinic itu, melacak molekul yang dikenal sebagai group methyl yang menyebabkan mutasi pada sel yang sehat dan memicunya menjadi sel kanker. Metode itu menandai perubahan dari metode yang lebih tradisional yang melibatkan sekuensi DNA.
Baca Juga: Tutup Usia, Mantan Menperindag Bob Hasan Derita Kanker Paru-Paru Stadium 4
"Riset kami sebelumnya mengindikasikan tes berbasis methylasi, mengalahkan pendekatan tradisional yang menggunakan sekuensi DNA, untuk mendeteksi beragam bentuk kanker dalam sampel darah," ujar Geoffrey Oxnard, salah satu penulis laporan hasil riset itu dari Dana-Farber.
Oxnard menambahkan, hasil penelitian ini menunjukkan pelacakan molekul semacam itu, merupakan cara paling memungkinkan untuk memindai beragam jenis kanker pada manusia. Penelitian melibatkan sampel dari sekitar 7.000 responden. Dalam 96 persen tes, sampelnya diidentifikasi secara akurat dari jaringan apa kankernya berasal.
"Hasil ini menunjukkan, pendekatan test tanpa DNA sel dalam darah, dapat mendeteksi spektrum luas dari jenis-jenis kanker, secara virtual pada setiap tahapan penyakitnya, dengan pendekatan spesifik maupun kepekaan yang diperlukan untuk test pada level populasi," kata Oxnard lebih lanjut. Tes terbaru itu dapat menjadi bagian penting dalam uji klinik untuk deteksi kanker secara dini.
Namun para peneliti menyebutkan, masih diperlukan riset lebih lanjut. Saat ini, kemungkinan tes tidak mendeteksi kanker pada stadium lebih dini, atau dengan hasil tidak akurat, masih terlalu tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?