Dalam studi baru, para peneliti juga telah menganalisis informasi dari 206 pasien di Rumah Sakit Union, Tongji Medical College di Wuhan. Mereka melibatkan pasien yang mengalami gejala ringan, seperti tanpa kesulitan bernapas atau kadar oksigen darah rendah.
Secara keseluruhan, sebanyak 48 pasien (23 persen) mengalami gejala pencernaan saja. 89 pasien (49 persen) hanya mengalami gejala pernapasan dan 69 pasien (33 persen) mengalami gejala pernapasan dan pencernaan.
Artinya, semua pasien corona Covid-19 yang mengalami masalah pencernaan sebanyak 117 orang, sekitar 58 persen mengalami diare selama terinfeksi dan 20 persen mengalami diare hanay sebagai tanda-tanda awalnya.
Rata-rata pasien corona Covid-19 mengalami diare selama 1 hingga 14 hari dan frekuensi bolak-balik buang air besar sebanyak 5 kali per hari. Bahkan sepertiga pasien dengan gejala pencernaan ini tidak mengalami demam tinggi.
Penelitian ini pun menemukan pasien corona Covid-19 yang mengalami gejala masalah perncaaan mendapatkan perawatan medis lebih lambat, daripada pasien dengan gejala pernapasan. Rata-rata kondisi mereka baru ketahuan setelah 16 hari sejak mengalami gejala awal.
Selain itu, pasien yang mengalami gejala pencernaan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari virus corona Covid-19. Rata-rata, mereka membutuhkan 41 hari perawatan sebelum akhirnya dinyatakan negatif virus corona Covid-19.
"Data ini menekankan jika orang baru mengalami diare setelah bertemu dengan pasien positif corona Covid-19. Artinya, mereka patut dicurigai sedang terinfeksi virus corona Covid-19, meskipun tidak mengalami batuk, sesak napas, sakit tenggorokan dan demam," kata peneliti.
Dokter harus melakukan pengujia virus corona Covid-19 yang optimal dengan mengambil sampel pernapasan dan tinja.
Baca Juga: Indonesia Periksa 7193 Spesimen, 1790 Orang Positif Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional