Suara.com - Metodeo tes covid-19 atau corona dengan swab masih menjadi salah satu cara paling efektif untuk mengkonfirmasi penyakit tersebut. Banyak orang bergejala sangat berharap bisa menjalani tes tersebut sehingga tahu hasilnya.
Tapi tahukah kalian betapa sakitnya proses tersebut?
Baru-baru ini seorang pasien yang tidak diketahui namanya mengabadikan proses pengambilan spesimen dengan metode swab.
Dalam video itu diperlihatkan secara perlahan petugas medis memasukkan alat pengusap dahak seperti cutton bud sepanjang 20 centimeter. Perlahan tenaga medis itu memasukkannya sangat dalam ke rongga hidung perempuan tersebut.
Pasien perempuan itu tampak meringis kesakitan. Hal itu terlihat dari ekspresinya yang sangat kaget, dan muka memerah menahan pedih dan nyeri yang berusaha ia tahan.
Setelah alat itu masuk seutuhnya, petugas medis membiarkan alat itu cukup lama, berkisar 20 detik. Kemudian alat itu langsung dicabut secepat kilat, mencegah rasa sakit yang teramat sangat jika dilakukan dengan perlahan.
Video yang diunggah akun twitter dengan nama @PanamaRedin215 ini kemudian langsung viral, dengan diretweet ulang sebanyak 32 ribu kali. Disukai 59 ribu orang dan dipenuhi 3.905 komentar.
Video itu viral dengan judul "Seandainya Anda bertanya-tanya seperti apa tes virus Corona,"
Dalam postingannya ia menulis, "Hal yang terburuk adalah bukan saat saat kita dites. Karena hal terburuknya saat kita mati seorang diri," tulisnya.
Baca Juga: Dianggap Efektif Menangkal Penyebaran Corona, WHO Dukung Main Game
"Begitu Anda di karantina di rumah sakit. Keluarga Anda tidak bisa mengunjungi Anda," tambahnya.
Dari sanalah jika tidak ingin merasakan kesepian dan kepedihan seorang diri di ruang isolasi. Ia berharap banyak orang mau menjaga dirinya dan berdiam diri di rumah.
Beruntung usai dites dan mendapatkan hasil, perempuan asal Panama, Florida itu mengumumkan bahwa hasilnya adalah negatif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius