Suara.com - Masa pandemi virus corona atau Covid-19 memaksa banyak orang sering di rumah aja. Semua kegiatan dari belajar, bekerja, berolahraga di lakukan di rumah.
Hal itu membuat sebagian orang kurang melakukan aktivitas fisik. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengeluhkan naiknya berat badan dan bentuk tubuh yang melar karena karena kebiasaan ngemil saat di rumah.
Oleh karena itu penting untuk mengukur ukuran dan berat badan agar tubuh tetap ideal meski di rumah saja. Tapi, bagaimana cara mengukurnya?
Nutrition sekaligus Public Health Practitioner, Aldis Rusli mengungkap cara mudah mengukur tubuh yang sudah harusnya waspada saat menjalani work from home (WFH). Pertama ialah dengan mengukur lingkar pinggang.
"Self quarantine ada angka batasan melihat seberapa ideal badan kita, atau mulai melar. Kalau cowok di atas 90 centimeter, kalau cewek 80 centimeter," ujar Aldis dalam teleconference di Sekolah.mu, Jumat (3/4/2020).
Ia mengatakan cara mengukur lingkar pinggang menggunakan meteran tali. Tapi jika tidak memilikihya di rumah kita bisa menggunakan jemari tangan untuk mengukur lingkar pinggang. Waspada jika pinggngmu sudah melebihi 4 jengkal jemari.
"Kalau nggak ada meteran, pakai lingkar tangan kalau lebih dari 4 jengkal itu udah berlebih, tapi kalau pas atau kurang berarti masih aman," jelasnya.
Berat badan berlebih saat karantina mandiri atau di rumah tidak hanya buruk untuk kesehatan, karena bisa memicu penyakit seperti diabetes, stroke, dan jantung. Karenanya mereka dengan berat badan lebih juga lebih mudah terdampak virus corona.
"Ternyata orang yang punya indeks masa tubuh besar ternyata malah lebih rentan. Kalau udah punya corona lebih parah dibanding orang yang badannya tidak gemuk," jelas Aldis.
Baca Juga: Kapan Kondisi Pasien Corona Covid-19 Paling Menular? Ini Temuan Peneliti!
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?