Suara.com - Jubir Covid-19: 50 Persen Kasus Covid-19 di Indonesia Ada di Jakarta.
Juru bicara pemerintah untuk penangan Covid-19 Achmad Yurianto mengumumkan adanya peningkatan signifikan penambahan kasus positif virus corona Covid-19 di Indonesia. Bukan main, per hari Selasa (7/4) ini kasus positif virus corona bertambah menjadi 247 orang.
"Update data kasus pencatatan kami dapatkan dari seluruh RS yang merawat Covid-19, pada 6 April sampai hari ini 7 April 2020 pukul 12.00 WIB. Kita dapatkan penambahan kasus baru konfirmasi pemeriksaan PCR, Covid-19 sebanyak 247 orang, total kasus 2.738 orang," ujar Yurianto di Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2020).
Ribuan kasus positif itu didapat setelah pemerintah melakukan pemeriksaan metode PCR pada sebanyak spesimen atau sampel dahak dari 14.354 orang.
Spesimen dikirimkan oleh lebih dari 300 rumah sakit rujukan Covid-19, RSU pemerintah, RS BUMN, RS Polri, dan RS swasta.
Adapun kasus sembuh per 7 April 2020 bertambah menjadi 13 orang. Sehingga jumlah total kesembuhan mencapai 204 orang dengan angka meninggal yang hampir sama. "Meninggal bertambah 12 orang, sehingga jadi 221 orang," ungkap Yurianto.
Dari penambahan kasus baru, DKI Jakarta menjadi temlat tertinggi dengan kasus 135 orang positif dalam sehari, sehingga total kasus di DKI saat ini mencapai 1369 kasus.
Itu artinya, dari total kasus positif seluruh Indonesia 50 persen alias setengahnya ada di DKI Jakarta.
Disusul kemudian Jawa Barat dengan tambahan kasus positif baru per hari ini yang mencapai 80 orang.
Baca Juga: PA 212 soal Panduan Ibadah Ramadan Kemenag: Terkesan Batasi Syiar Islam
Sehingga total kasus di Jawa Barat mencapai 343 kasus positif. Jawa Barat menyumbang 12,5 persen kasus positif Covid-19 di Indonesia.
Sadar DKI sudah jadi epicentrum baru, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 1 April 2020 untuk kemudian ditandatangani dan disetujui oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada 7 April 2020.
Menurut Yurianto yang juga menjabat sebagai Dirjen P2P Kemenkes, upaya ini demi memaksimalkan masyarakat berdiam diri di rumah.
"Akan banyak yang nanti disampaikan terkait PSBB, diantaranya mencegah terjadinya berkumpulnya, baik orang dalam konteks berkumpul alasan kesenian, budaya ataupun alasan pertandingan olahraga dan sebagainya," tutup Yurianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak