Suara.com - Provinsi DKI Jakarta telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) per 10 April lalu. Untuk mewujudkannya, pemerintah propinsi membuat sebuah edaran Pedoman RT/RW Siaga Pandemi Covid-19 yang ditujukan untuk Ketua RT/RW di seluruh DKI Jakarta.
"Jakarta sedang mengalami ujian yang besar. Virus Corona itu bukan lagi kisah tentang wabah di negeri-negeri yang jauh. Bukan cuma berita di media massa atau media sosial. Ia telah menjadi cerita tentang kita, tentang orang-orang yang kita cintai, orang tua, keluarga, tetangga, sahabat dan kolega kita," pesan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam edaran pedoman yang diterima Suara.com.
Ada berbagai macam pedoman yang diberikan, salah satunya tentang penanganan untuk kepala keluarga berusia di atas 60 tahun yang diduga terjangkit Covid-19.
Isi dari edaran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perangkat RT/RW mendata riwayat kontak selama 14 hari terakhir, pekerjaan dan penyakit atau risiko penyerta.
2. Melaporkan data tersebut kepada perangkat kelurahan.
3. Pihak kelurahan akan memutuskan mekanisme bantuan sesuai riwayat pekejaan yang dimiliki.
4. Jika kepala keluarga tersebut memiliki penyakit atau risiko penyerta, perangkat RT/RW langsung rekomendasikan kelurahan untuk merujuk ke Puskesmas atau RS setempat.
5. Jika kepala keluarga tersebut tidak punya penyakit atau risiko penyerta, perangkat RT/RW mengedukasi keluarga untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.
Baca Juga: Wajib Tahu, Pedoman Lengkap Jaga Jarak Cegah Corona Covid-19 untuk RT/RW
6. Pihak keluarga menyediakan satu ruangan khusus di rumah untuk isolasi mandiri kepala keluarga.
7. Edukasi keluarga agar tidak bertukar barang (gadget, bku, handuk, dll) dengan kepala keluarga yang diduga Covid-19.
8. Kepala keluarga yang diduga Covid-19 serta keluarga yang merawat wajib menggunakan masker.
9. Edukasi kepala keluarga yang diduga Covid-19 untuk melakukan test Covid-19 setelah isolasi mandiri selama 14 hari.
10. Jika hasil test positif, edukasi individu tersebut untuk melaporkannya ke perangkat RT.
11. Perangkat RT segera menelepon ke nomor hotline Puskesmas terdekat, agar individu positif Covid-19 segera mendapat penanganan medis.
Berita Terkait
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
Pasca 552 Kios Terbakar 10 Bulan lalu, Pedagang Tagih Janji Revitalisasi Pasar Taman Puring
-
Bukan Larang Berdagang, Satpol PP DKI Jelaskan Aturan Zona Steril di Bundaran HI
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI