Studi menunjukkan ibu menghabiskan 164,5 jam seminggu untuk merawat sang buah hati. Bahkan, dalam kebanyakan kasus, mereka akan 'siap siaga' meski di tengah-tengah waktu tidur.
Sehingga waktu di mana mereka tidak aktif hanya sekitar 30 menit sehari.
Dengan adanya tuntutan ini, kesehatan mental yang baik dimulai dengan istirahat. Ini paing baik dihabiskan untuk bersantai atau melakukan kegiatan menyenangkan, seperti membaca dan berjalan.
Teknik pernapasan juga dapat dipelajari untuk mengelola stres.
- Dukungan
Dalam hal ini, pasangan sangat berperan besar dengan memberikan bantuan praktis. Misalnya menyiapkan makan malam, dan membantu melakukan pekerjaan rumah tangga.
Selain itu, dukung sang istri dengan mendengarkan mereka. Hal ini dapat menjadi terapi bagi sang istri.
Penting untuk diingat bahwa depresi pasca melahirkan dapat membaik, dan pandemi Covid-19 akan berlalu. Perawatan diri, kasih sayang, dan melibatkan pasangan selama masa pemulihan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan ibu dan keluarga, tetapi membangun ikatan yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Self-Love dan Depresi dalam Novel 'Matahari Pun Terluka'
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat