Suara.com - Dalam masa pandemi corona Covid-19 seperti ini, perempuan hamil, terutama yang akan melahirkan, tentu merasa khawatir untuk melakukan persalinan di rumah sakit.
Seorang profesor kebidanan, ginekologim dan ilmu reproduksi di Universitas Yale manyarankan agar para ibu tidak membiarkan ketakutan tersebut menjadi faktor pendorong dalam keputusan mereka.
"Saya pikir sangat penting bagi wanita untuk tidak takut pada rumah sakit sekarang. Rumah sakit benar-benar sadar dan melakukan segala yang mereka bisa untuk meminimalkan risiko wanita terinfeksi Covid-19 dan hal lainnya," tuturnya, dikutip CNN internasional.
Perempuan dianggap memenuhi syarat melahirkan di rumah jika mereka tidak memiliki penyakit penyerta atau penyakit yang timbul selama kehamilan. Seperti diabates atau preeklamsia, suatu komplikasi yang ditandai oleh tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada organ seperti hati atau ginjal.
American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan kandidat calon ibu yang dapat melahirkan di rumah adalah hamil satu janin dan usia kehamilan setidaknya 37 minggu.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyarankan pada calon ibu untuk melakukan skrining Group B Streptococcus (GBS) pada usia kehamilan 35 hingga 37 minggu.
Berdasarkan NSW Goverment, GBS bakteri GBS dapat ditularkan kepada bayi saat persalinan dan dapat menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa bayi baru lahir, termasuk keracunan darah, meningitis, dan paru-paru basah.
Apabila GBS terdeteksi pada calon ibu, tenaga medis harus memberikan antibiotik terlebih dahulu setidaknya empat jam sebelum melahirkan.
Bayi yang memiliki hambatan pertumbuhan intrauterin (HPI) atau yang ibunya menderita diabetes harus dibawa ke rumah sakit karena peningkatan irisko hipoglikemia dan komplikasi lainnya.
Baca Juga: Marissa Nasution Melahirkan Anak Kedua di Tengah Wabah Corona
Hal yang harus dipersiapkan jika ingin melahirkan di rumah adalah pastikan tersedianya transportasi yang aman. Ini digunakan jika calon ibu mengalami komplikasi tidak terduga.
Kelahiran di rumah harus dihadiri oleh setidaknya dua tenaga medis, salah satunya harus memiliki keterampilan untuk merawat kebutuhan bayi dan yang lain merawat sang ibu, seperti yang direkomendasikan oleh AAP dan American Heart Association.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi