Suara.com - Awas! Berjemur Berlebihan Malah Turunkan Kekebalan Tubuh untuk Lawan Virus
Sinar matahari atau ultraviolet memang bagus untuk kesehatan tubuh. Ultraviolet atau UV terdapat 3 jenis yakni UV A, UV B, dan UV C. Nah, karena terlindungi ozon UV C tidak bisa masuk ke bumi. Sedangkan yang bermanfaat untuk kesehatan adalah UV B.
UV B ini didapatkan melalui paparan sinar matahari langsung dan tanpa penghalang. UV B dapat melarutkan vitamin D yang ada di tubuh sehingga ampuh merawat kesehatan tulang dan meningkatkan kekebalan tubuh untuk melawan virus.
Eits, tapi berjemur juga tidak boleh berlebihan loh, karena salah salah malah menurunkan daya tahan tubuh seseorang.
"Apabila kadar dari sinar ultraviolet itu terlalu tinggi kemudian juga jumlahnya terlalu banyak bagi tubuh. Justru sebaliknya terjadi yaitu yang kita sebut immunosuppression atau justru penurunan imunitas. Jadi jangan sampai kita berlebihan dalam mendapatkan sinar ultraviolet B Ini," ujar dr. Caessar Pronocitro M.Sc Sp.A, dalam acara teleconference peluncuran Aktivitas #BerjemurAsyik Sakatonik ABC, Selasa (21/4/2020).
Tidak hanya menurunkan sistem imun, UV B yang berlebihan juga bisa meningkatkan risiko penuaan dini, juga risiko keganasan sel kulit atau yang disebut kanker kulit. Karenanya penting memperhatikan beberapa hal sebelum berjemur untuk mendapatkan UV B.
Dr. Caessar mengingatkan untuk melihat situasi sekitar sebelum berjemur. Beruntung karena Indonesia dilewati garis khatulistiwa maka akan lebih sering mendapat sinar matahari. Tapi perhatikan pula kondisi di sekitar, seperti dataran tinggi, cuaca, hingga struktur alam sekitar.
"Cuaca, awan juga struktur-struktur yang ada di sekitar kita. Misalnya apakah banyak gedung ataupun pohon, kadi banyak faktor yang sebenarnya berpengaruh terhadap jumlah ataupun kadar dari vitamin D, sinar ultraviolet itu sendiri," paparnya.
Paparan tertinggi sinar matahari ada pada jam 10 pagi hingga jam 3 sore. Akibat paparan yang tertinggi bisa mencapai 300 persen dari matahari sebelum jam 10. Inilah risikonya kulit terbakar, kanker dan penurunan sistem kekebalan tubuh.
Baca Juga: Bikin Salfok, Hotman Paris Berjemur Bareng Mobil Mewah
"Menunjukkan (sinar matahari) itu meningkat, seiring dengan semakin siang, semakin tinggi kemudian nanti akan menurun di sekitar pukul 3 sore. Dari situ kita dapatkan bahwa berjemur yang aman sebaiknya dilakukan di bawah pukul 10 pagi," jelasnya.
Adapun waktu durasi berjemur, bisa dilakukan maksimal 15 menit, dan tidak harus sekaligus bisa dilakukan secara bertahap dalam sehari. Sedangkan untuk periode berjemur tidak harus setiap hari, tapi bisa 2 hingga 3 kali dalam seminggu.
"Kemudian berikutnya, daerah mana yang sebaiknya dipaparkan terhadap sinar matahari atau sinar ultraviolet ini. Yang paling mudah adalah tentu kedua lengan dan tungkai. Jadi daerah lengan kemudian daerah kaki itu adalah daerah-daerah yang bisa paparkan dengan sinar matahari untuk mendapatkan sinar ultraviolet," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya