Suara.com - Ilmuwan: Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Kematian karena VIrus Corona
Sebuah penelitian baru menunjukkan faktor genetik tertentu mungkin menjadi faktor penyebab tingkat keparahan orang yang terinfeksi Covid-19.
Sistem kekebalan tubuh dapat bereaksi terhadap virus, sebagian berkat gen tertentu yang membantu sel menemukan kuman ketika memasuki tubuh.
Gen-gen tersebut, yang dikenal sebagai gen human leukocyte antingen (HLA), mengandung instruksi untuk membangun protein yang berikatan dengan patogen. protein ini berfungsi sebagai tanda peringatan kepada sel-sel kekebalan tubuh.
Sel-sel kekebalan, setelah 'dilatih' untuk mengenali patogen-patogen ini, akan memulai proses pembentukan antibodi untuk menargetkan dan menghancurkan mereka.
Dilansir Live Science, setiap individu memiliki kode gen HLA untuk tiga kelas protein yang berbeda. Kata lainnya, HLA terdiri dari berbagai rasa, dan tergantung pada HLA yang dimiliki, tubuh seseorang dapat melawan kuman secara lebih baik atau lebih buruk, termasuk virus corona baru.
Studi awal yang terbit pada 17 April di Journal of Virology, peneliti menggunakan model komputer untuk memprediksi kombinasi HLA mana yang terbaik untuk mengikat SARS-CoV-2, dan mana yang kemungkinan paling buruk.
"Jika HLA tertentu dapat mengikat dengan baik sebagian besar protein virus, kami berharap akan ada respon imun yang lebih protektif," kata penulis Abhinav Nellore dan Dr. Reid Thompson, pemimpin kelompok riset di Oregon Health and Science University.
Ketika gen HLA mengikat secara lebih baik artinya protein virus lebih cenderung ditunjukkan dalam sel-sel kekebalan dan mendorong produksi antibodi yang spesifik.
Baca Juga: Balai Pengembangan Latihan Kerja Serang Donasi Alat Pencegahan Covid-19
"Jika interaksinya tidak stabil, Anda tidak akan memiliki respons kekebalan yang tepat," kata Dr. Shokrollah Elahi, asisten profesor di Departemen Mikrobiologi Medis dan Imunologi di Universitas Alberta.
Tetapi ikatan yang stabil tidak menjamin respons kekebalan terbaik, tambah Elahi.
Penelitian ini mengidentifikasi enam tipe HLA dengan kapasitas tinggi untuk mengikat urutan protein SARS-CoV-2 yang berbeda. Menurut mereka, tipe HLA yang dikenal sebagai HLA-B * 46: 01 memiliki kapasitas prediksi terendah untuk mengikat virus.
Jenis HLA ini juga muncul pada studi 2003 terhadap infeksi SARS. Studi yang terbit di BMC Medical Genetics ini menemukan HLA-B * 46: 01 pada kelompok pasien Asia dikaitkan dengan infeksi parah.
Tetapi peneliti mencatat mereka masih memerlukan data klinis untuk mengonfirmasi koneksi tersebut, yang juga berlaku untuk studi terhadap virus corona baru ini.
"Keterbatasan yang paling substansial dari penelitian kami adalah bahwa ini dilakukan sepenuhnya pada komputer dan tidak melibatkan data klinis dari pasien COVID-19," kata penulis.
Berita Terkait
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Bertemu Luhut di Istana, Prabowo Setuju Bikin 'Bank Harta Karun' Hayati, Apa Fungsinya?
-
Bukan Cuma Soal Ras, 7 Negara Ini Punya Campuran DNA Paling 'Gado-gado' di Dunia
-
Studi Genetik Mengungkap Rahasia Umur Panjang dari Wanita 117 Tahun
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Waspada Halusinasi Medis yang Berbahaya
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala