Sementara temuan ini tampaknya menjanjikan bahwa ivermectin dapat melawan SARS-CoV-2, para peneliti mengingatkan bahwa mereka masih membutuhkan uji klinis untuk mengetahui kelayakan obat.
"Ivermectin sangat banyak digunakan dan dipandang sebagai obat yang aman. Kami perlu mencari tahu tentang dosis efektif yang dapat digunakan pada manusia, itu adalah langkah berikutnya, " jelas Wagstaff.
Peneliti mempertimbangkan obat yang sudah ada sebelumnya daripada menggunakan obat baru. Hal tersebut dikarenakan ketersediaan obat dan fakta bahwa obat tersebut telah menjalani tes dan uji coba walaupun untuk indikasi lain.
“Ketika kita memiliki pandemi global dan tidak ada pengobatan yang disetujui, jika kita memiliki senyawa yang sudah tersedia di seluruh dunia, maka itu dapat membantu orang lebih cepat," kata Wagstaff.
"Secara realistis, itu akan menjadi penolong sebelum vaksin tersedia secara luas," tambahnya.
Para peneliti memang belum sepenuhnya memahami bagaimana ivermectin dapat memerangi SARS-CoV-2.
Namun, berdasarkan temuan penelitian sebelumnya tim berhipotesis bahwa obat dapat menghentikan virus dari mengganggu kemampuan sel inang untuk menghilangkan virus.
Dr. Leon Caly, seorang ilmuwan medis senior di VIDRL dan penulis pertama studi tersebut, telah menyatakan antusiasme tentang penemuan mereka saat ini.
“Sebagai ahli virologi yang merupakan bagian dari tim yang pertama kali mengisolasi dan berbagi SARS-CoV-2 di luar China pada Januari 2020, saya senang tentang prospek ivermectin yang digunakan sebagai obat potensial melawan Covid-19.” kata Caly.
Baca Juga: Penggugat Jokowi Sebut Sidang Class Action Penanganan Corona Segera Digelar
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh