Suara.com - Kata Ilmuwan Tentang Alasan Sulitnya Membuat Vaksin Virus Corona Covid-19
Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami flu pilek. Sudah tahukah kamu bahwa penyebab pilek pada manusia juga bisa disebabkan oleh virus corona tapi dengan jenis berbeda yang menjadi penyebab penyakit Covid-19?
Setiap orang bisa saja mengalami pilek sebanyak beberapa kali dalam hidupnya. Sebab, meski antibodi akan terbentuk 5-7 hari pasca virus masuk dalam tubuh, sistem kekebalan tubuh yang terbentuk ternyata tidak bersifat permanen.
"Keluarga virus corona yang dapat menyebabkan berbagai pilek, tubuh kita dapat membentuk kekebalan yang dapat bertahan hanya beberapa bulan, hingga beberapa tahun. Inilah sebabnya kita sering menderita pilek," kata dokter spesialis kesehatan masyarakat dari Atlanta, Amerika Serikat, Saju Mathew, mengutip dari CNN, Rabu (29/4/2020).
Hal itu pula yang diperkirakan menjadi penyebab pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh bisa kembali terinfeksi. Diakui Mathew, para dokter belum sepenuhnya memahami berapa lama virus Covid-19 dapat bertahan di dalam tubuh manusia, terlebih penyakit itu masih baru.
"Kami tidak yakin berapa lama kekebalan bisa bertahan. Pada titik ini, kita dapat mengasumsikan bahwa sekali terinfeksi dan pulih, tubuh kita kemungkinan besar memiliki kekebalan untuk beberapa waktu. Seluruh konsep vaksin bergantung pada teori ini," katanya.
Meski begitu, menurut Mathew, ada beberapa data yang meragukan asumsi tersebut. Beberapa pasien di Korea Selatan, yang terinfeksi virus corona kembali positif Covid-19 setelah dinyatakan pulih.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, dokter-dokter Korea Selatan percaya bahwa kasus-kasus tersebut bukan infeksi ulang, melainkan pengaktifan kembali virus. Namun Mathew menegaskan perlu lebih banyak penelitian untuk memahami kekebalan Covid-19.
Terkait kekhawatiran akan muncul jenis virus baru setelah Covid-19, menurut Mathew mutasi virus adalah hal yang wajar, umum dan dalam banyak kasus tidak menimbulkan bahaya tambahan bagi manusia.
Baca Juga: Mengapa Penemuan Vaksin Covid-19 Tidak Bisa Dipercepat?
"Mutasi hanya menimbulkan ancaman yang lebih besar bagi kelangsungan hidup virus itu sendiri," tegasnya.
Pentingnya menguji kekebalan virus dengan tepat dan akurat, kata Mathew, agar dapat mengidentifikasi jenis perlindungan yang bisa digunakan kepada manusia. Ini dapat dilakukan dengan melihat immunoglobulin atau antibodi spesifik yang disebut IgM dan IgG. IgM cenderung mengindikasikan perlindungan jangka pendek sementara IgG melakukan perlindungan jangka panjang.
"Saat ini ada beberapa perusahaan yang mengerjakan tes antibodi, tetapi hasilnya sejauh ini belum menjanjikan. Beberapa justru mengidentifikasi antibodi dari keluarga virus corona yang sama. Seperti virus penyebab pilek dan SARS," katanya.
Selain itu, tes antibodi juga dapat menjadi sumber penting untuk menentukan petugas kesehatan dapat kebal dan aman dalam merawat pasien Covid-19 tanpa risiko tertular penyakit yang sama.
"Kami masih jauh dari vaksin, yang mungkin akan terbukti sebagai jawaban untuk pandemi ini untuk selamanya. Namun, tes kekebalan Covid-19 yang akurat dapat membuktikan sebagai jalan keluar, selain dari vaksin. Mari berharap tes antibodi yang andal segera dikembangkan dan dapat mengirim orang kembali bekerja lalu keluar di dunia, dengan aman," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus