Suara.com - Aktor Bollywood Rishi Kapoor meninggal dunia di usia 67 tahun pada hari ini, Kamis (30/4/2020) di Mumbai. Rishi Kapoor meninggal dunia setelah berjuang melawan leukemia selama 2 tahun.
Rishi Kapoor meninggal dunia ketika masih menjalani perawatan di Rumah Sakit HN Reliance di Mumbai. Kabar meninggalnya Rishi Kapoor ini pun dikonfirmasi oleh keluarga melalui pernyataan di media.
"Orang tersayang kami, Rishi Kapoor meninggal dunia pada pukul 8.45 pagi di rumah sakit karena menderita leukemia selama 2 tahun. Dia adalah sosok yang periang dan sangat bertekad untuk tetap hidup setelah melalui perawatan medis 2 tahun," kata pihak keluarga dikutip dari India Today.
Leukemia adalah kanker darah, termasuk sumsum tulang yang menghambat kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Kanker darah ini disebabkan oleh peningkatan jumlah sel darah putih di tubuh.
Kemudian sel darah putih ini mengeluarkan sel darah merah dan trombosit yang dibutuhkan tubuh agar tetap sehat.
Gejala leukemia
Ada banyak jenis leukemia, yakni leukemia limfoblastik akut, leukemia myeloid akut dan leukemia limfositik kronis.
Beberapa jenis leukemia tumbuh melambat dan tidak memiliki gejala. Ada pula jenis leukemia yang berkembang pesar yang mungkin menyebabkan gejala kelelahan, penurunan berat badan, sering infeksi, mudah berdarah dan memar.
Pasien leukemia juga bisa mengalami nyeri pada tulang atau persendian, pusing, demam, kehilangan nafsu makan, sariawan, mimisan, pucat, sesak napas, bintik merah di kulit hingga pembengkakan kelenjar getah bening.
Baca Juga: Belajar dari Irrfan Khan, 5 Makanan Ini Bantu Cegah Infeksi Usus Besar!
Penyebab leukemia
Para ilmuwan belum memahami penyebab pasti leukemia. Secara umum dilansir dari Mayo Clinic, leukemia diperkirakan terjadi ketika beberapa sel darah mengalamu mutasi pada DNA mereka.
Instruksi di dalam setiap sel itulah yang memandu aksinya. Tapi, perubahan lain dalam sel masih belum sepenuhnya dipahami bisa berkontribusi pada leukemia atau tidak.
Kelainan tertentu bisa menyebabkan sel tumbuh dan membelah lebih cepat dan terus hidup ketika sel normal akan mati.
Seiring waktu, sel-sel abnormal ini bisa menekan sel-sel darah yang sehat di sumsum tulang. Sehingga kondisi ini akan memengaruhi jumlah sel darah putih yang lebih sedikit dan sehat. Sedangkan, sel darah merah dan trombosit bisa menyebabkan leukemia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?