Suara.com - Akhir Mei, Obat Remdesivir Siap DIberikan Pada 140 Ribu Pasien Corona
Badan Adminstrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) berencana mengesahkan remdesivir sebagai obat untuk pasien Covid-19. Oleh karena itu perusahaan pembuat remdesivir, Gilead Science sedang mengupayakan persediaan obat untuk pasien Covid-19.
Melansir dari South China Morning Post (SCMP), pada akhir bulan Mei, Gilead mengatakan pihaknya memperkirakan telah memproduksi cukup obat untuk untuk merawat lebih dari 140.000 pasien.
Perusahaan resmi tersebut berencana untuk menyumbangkan pasokan itu ke rumah sakit.
Gilead juga mengatakan telah melakukan dialog terus-menerus dengan FDA tentang pembuatan redemsivir secara masif dan secepat mungkin.
"Ada rasa urgensi yang besar di sini," kata Kepala Eksekutif Gilead Daniel O`Day saat konferensi dengan para analis.
Dia mengatakan FDA mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat untuk remdesivir, tetapi Gilead masih menunggu persetujuan pengaturan standar dari obat tersebut.
O 'Day menolak untuk menjawab pertanyaan tentang apakah Gilead berencana untuk mendapatkan untung dari perawatan Covid-19 daripada hanya menyumbangkan obatnya.
"Tidak ada waktu lain seperti ini dalam sejarah," katanya.
Baca Juga: Jokowi Blusukan Malam Hari ke Kampung, Aktivis ProDem: Bak Umar bin Khattab
Gilead Science sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, mereka telah menghasilkan miliaran dolar untuk obat-obatan untuk HIV dan hepatitis C.
Institut Kesehatan Nasional AS pada hari Rabu (29/4/2020) mengatakan hasil awal dari uji coba remdesivir menunjukkan bahwa pasien Covid-19 yang diberi obat pulih 31 persen lebih cepat.
Dalam uji coba 1.063 pasien, pasien yang menerima obat remdesivir pulih dalam 11 hari sementara dengan obat lain mencapai 15 hari.
Gilead Science juga berharap bahwa awal tahun akan memprofuksi sebanyak satu juta dosis yang bisa disediakan pada pasien Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan