Suara.com - Tokoh Lee Joon-yeong dalam drama Korea The World of The Married yang diperankan oleh Jeon Jin-seo, menjadi salah satu karakter yang menarik perhatian penonton.
Tokoh Lee Joon-yeong ini berperan sebagai anak laki-laki dari pemeran utama. Ia juga digambarkan memiliki gangguan perilaku kleptomania yang berhubungan dengan perceraian kedua orangtuanya.
Ia memiliki gangguan perilaku itu karena perpisahan kedua orangtuanya akibat perselingkuhan. Bahkan tokoh Lee Joon-yeong juga memiliki karakter emosional dan labil yang seolah menggambarkan kehancuran keluarganya.
Penggambaran karakter dan perilaku seorang anak yang tumbuh di tengah perceraian kedua orangtuanya ini tentu menjadi perhatian. Hal ini seolah mengingatkan bahwa anak adalah sosok yang akan mengalami dampak luar biasa dari perceraian.
Sebuah penelitian dilansir dari Verywellfamily.com, anak-anak adalah orang yang paling berjuang keras selama satu atau dua tahun pertama setelah perceraian kedua orangtuanya.
Anak-anak cenderung mengalami kesusahan, kemarahan, kecemasan dan ketidakpercayaan. Tetapi dilansir dari Psycom.net, orangtua bisa mencegah dampak perceraian pada kesehatan mental anak melalui beberapa cara.
1. Komunikasi
Jika memungkinkan, jangan memberi tahu anak tentang perceraian Anda. Kedua orangtua juga tetap harus hadir untuk mendampingi dan mempersiapkan transisi anak di masa mendatang.
2. Jangan menempatkannya di tengah permasalahan rumah tangga
Baca Juga: Gilead Sciences Donasikan Vaksin Remdesivir untuk Tangani COVID-19
Cobalah untuk tidak bergantung pada anak jika membutuhkan dukungan emosional selama perceraian. Anda bisa memperoleh kekuatan cinta dari anak, tapi Anda perlu mengunjungi teman, keluarga atau bimbingan profesional jika membutuhkan dukungan.
Pastikan Anda tidak pernah mengeluh tentang mantan suami di depan anak-anak. Jangan pula jadikan anak-anak sebagai alat komunikasi atau perantara antar mantan.
3. Akui perasaan sedih
Meskipun Anda tidak boleh mengeluh atau menunjukkan keterpurukan di depan anak. Tapi, Anda tetap harus mengakui bahwa perceraian adalah hal yang menyedihkan, membuat frustasi dan terkadang membingungkan.
4. Cegah stres
Walaupun penting untuk mengakui bahwa perceraian itu menyedihkan dan sulit, pastikan anak-anak tidak pernah mendengar keluhan apapun berkaitan dengan perceraian. Karena, mereka bisa menyerap kecemasan dan ketakutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance