Suara.com - Positif Corona Covid-19, Bocah 12 Tahun Ini Nyaris Meninggal
Seorang bocah berusia 12 tahun dilaporkan mengidap sindrom inflamasi multisisitem (MISC) dan virus corona baru atau Covid-19. Bocah bernama Juliet ini hampir meninggal dunia karenanya.
Sean Daly, sang ayah, menceritakan saat ia melihat bibir Juliet membiru serta kaki dan tangannya menjadi dingin, ia langsung melarikannya ke rumah sakit.
Sindrom yang diidapnya menyebabkan sistem imun beraksi berlebihan, menyebabkan inflamasi di seluruh tubuh. Sindrom ini juga berdampak pada beberapa organ tubuh, seperti jantung, hati, ginjal, dan hampir seluruh sel di tubuh.
Dikutip dari CNN, Juliet sempat mengalami henti jantung dan harus diberikan CPR. Setelah jantungnya kembali berdenyut, Juliet harus mengenakan ventilator.
Tak lama kemudian, ia juga dilaporkan positif mengidap Covid-19. Disebutkan bahwa anak-anak yang mengidap MICS kerap mengalami sindrom tersebut setelah sembuh dari Covid-19.
Empat hari kemudian, Juliet bisa bernapas normal kembali dan jantung serta organ-organ lainnya juga kembali pulih seperti sediakala.
"Saat ia membuka matanya pertama kali, yang ia inginkan adalah segelas air dan ia ingin istriku memberitahukan pada gurunya bahwa ia di rumah sakit," kata Sean Daly.
MISC juga sering dikaitkan mirip dengan penyakit Kawasaki, yang belakangan ini sering dilaporkan terjadi di beberapa negara di Eropa dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Isu Daging Oplosan, Ini Cara Bedakan Daging Sapi dan Babi Agar Tak Tertipu
Penyakit Kawasaki menyebabkan inflamasi di dinding pembuluh arteri dan bisa membatasi aliran darah yang masuk ke jantung.
Penyakit ini menyebabkan demam tinggi selama lebih dari lima hari, ruam, kelenjar di leher membengkak, bibir pecah-pecah, bengkak di kaki dan tangan, dan kedua mata memerah.
Walau mematikan dan sering terjadi pada balita, penyakit ini bisa diobati. Beberapa pakar mempertimbangkan apakah virus corona bisa memicu penyakit Kawasaki.
Baru-baru ini, sebuah studi dipublikasikan dalam jurnal The Lancer mengungkapkan jumlah kasus penyakit mirip Kawasaki pada anak-anak di Bergamo, Italia, melonjak 30 kali lipat setelah terjadinya wabah virus corona di kawasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat