Suara.com - Ini Potret Kehidupan New Normal Akibat Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 telah mewabah selama berbulan-bulan lamanya. Hampir seluruh aspek kehidupan terpengaruh akibat adanya wabah virus SARS Cov-2 tersebut.
Pola kehidupan yang berubah akibat pandemi Covid-19 itu sering kali disebut sebagai 'new normal' atau kehidupan normal yang baru.
Ada aspek baik yang sebenarnya bisa dimanfaatkan manusia dari kenormalan yang baru itu.
"Kita tahu Covid gak bisa kita prediksi kapan selesainya. Selama keadaan masih seperti ini, banyak kebiasaan baru selama pandemi. Kebiasaan baru itu yang kita sebut new normal. Yang paling penting dari kebiasaan baru yang kita adopsi adalah perilaku hidup bersih dan sehat," kata Medical Expert Combiphar dr. Sandi Perutama Gani dalam virtual media briefing bersama Combiphar, Selasa (19/5/2020).
Perilaku hidup sehat dan bersih, sambungnya, memang telah diajarkan sejak kecil.
Namun akibat adanya wabah virus corona, manusia jadi semakin perhatian dalam menjaga kesehatan.
Hal itu yang menurut Sandi, akan menjadi salah satu dalam new normal pasca pandemi berakhir.
Bukan hanya itu, Sandi mengatakan new normal itu juga bertujuan untuk mencegah kembali infeksi Covid-19.
Baca Juga: Lagi Viral, Ini 5 Potret Kece dan Seksi Ala Tante Ernie
Sandi menyampaikan berdasarkan survei McKinsey, wabah virus corona telah menyebabkan orang-orang menjadi lebih memperhatikan kebersihan tangan.
"Imbasnya 85 persen lebih memperhatikan kebersihan tangan. Itu kan simpel sebenarnya. Tapi kenapa kita baru sadar sekarang, baru melakukan sekarang," papar Sandi.
Perubahan perilaku lainnya, 55 persen orang menjadi lebih sering konsumsi air mineral dan 57 persen lebih banyak makan sayur dan buah. Sedangkan 18 persen menjadi lebih rajin olahraga. Meski olahraga ringan seperti lari atau pun berjemur.
"Hal-hal ini yang nantinya akan kita sebut sebagai new normal," ucap Sandi.
Selain berguna untuk mencegah infeksi virus corona di kemudian hari, menurut Sandi, new normal akan sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit lain. Terutama yang banyak disebabkan penularan melalui tangan.
"Penyakit dan ancaman kesehatan dapat menyebar dengan tidak mencuci tangan. Dua penyakit utama yang ditularkan di tangan adalah diare dan ISPA (flu dan batuk)," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?