Suara.com - Beberapa hari lagi seluruh umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan akan menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Di hari penuh kemenangan, menu opor ayam adalah makanan yang khas di Hari Raya Idul Fitri. Semua orang semestinya menikmati hidangan ini penuh semangat dan kegembiraan.
Sayangnya, beberapa orang mungkin ragu-ragu atau terpaksa harus menghindari opor ayam karena masalah kesehatan.
Karena, opor ayam mengandung santan yang dinilai bisa meningkatkan kadar kolesterol. Sehingga mengonsumsinya terlalu banyak bisa menyebabkan masalah kesehatan kronis lainnya.
Dilansir oleh Live Strong, santan adalah susu nabati yang kaya nutrisi dan mengandung banyak lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh inilah yang dianggap buruk bagi kesehatan karena bisa meningkatkan kolesterol serta risiko penyakit jantung.
Tapi, bagaimana dengan santan kelapa alami? Satu masalah lain dari produk santan instan adalah kandungan gula tambahannya.
Sebaliknya, santan alami tidak memiliki tambahan gula dan berbagai nutrisi bermanfaat. Namun, santan alami memiliki kandungan lemak yang jauh lebih tinggi.
Kebanyakan orang yang menjalani diet standar 2.000 kalori hanya mengonsumsi 65 gram lemak setiap harinya. Kurang darri 20 gram harusberasal dari lemak jenuh.
Artinya, kandungan lemak jenis tinggi dari santan bisa memenuhi batas harian lemak yang dibutuhkan oleh diet.
Baca Juga: Sudah Lebih dari 7.000 Orang Positif Virus Corona Covid-19 di Malaysia
Sedangkan, The American Heart Association merekomendasikan semua orang untuk menghindari lemak jenuh karena bisa meningkatkan kolesterol dan memengaruhi kesehatan jantung.
Lemak jenuh biasanya dikaitkan dengan lemak hewani, seperti mentega dan banyak jenis sayuran tropis.
Namun, The Coconut Palm mengatakan berbagai penelitian tidak menyetujui hal tersebut. Mereka justru menemukan kandungan lemak kelapa menjadi netral untuk masalah kesehatan.
European Journal of Nutrition pun menunjukkan bahwa lemak dalam kelapa tidak bisa memengaruhi trigliserida, kolesterol atau risiko kardiometabolik lainnya.
Sebaliknya, konsumsi produk kelapa olahan itulah yang sering terbukti bisa meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung, berbeda dengan santan alami.
Perlu dipahami bahwa kelapa memiliki campuran asam lemak jenuh rantai panjang dan rantai pendek. Tapi, sebagian besar adalah asam lemak rantai menengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya