Suara.com - Antibodi Hanya Bertahan 6 Bulan, Herd Immunity Bukan Solusi Hadapi Corona?
Menggunakan antibodi untuk melawan virus corona penyebab sakit Covid-19 dianggap menjadi solusi penyembuhan Covid-19 paling ampuh.
Namun melalui sebuah temuan penelitian terungkap jika kekebalan antibodi terhadap Covid-19 hanya bisa bertahan paling lama 6 bulan.
Temuan ini menjawab tentang rencana herd immunity atau kekebalan sekelompok yang dianggap sebagai jalan terbebas dari pembatasan sosial. Intinya, metode kekebalan kelompok dalam mengatasi Covid-19 penuh risiko.
Melansir laman Daily Mail, Sabtu (23/5/2020) penelitian ini dilakukan peneliti dari University of Amsterdan dengan menguji 10 laki-laki terhadap 4 virus corona dengan teratur selama 35 tahun.
Empat virus ini menyebabkan flu biasa dan ditemukan ada durasi kekebalan terhadap virus yang sangat pendek.
Mereka menyebutkan setelah 12 bulan, orang terinfeksi kembali oleh virus dan setelah 6 bulan jumlah antibodinya berkurang secara kualitas.
Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang harus mendapatkan vaksin setiap tahun, agar kebal terhadap virus. Meski begitu penelitian ini belum ditinjau oleh rekan sejawat peneliti, dan tidak memasukkan peserta perempuan.
"Herd immunity adalah masalah, bahkan dengan vaksinasi, karena kemungkinana orang bisa terinfeksi lagi dalam waktu enam hingga 12 bulan. Namun tidak pasti penyakit macam apa yang bisa menginfeksi ulang karema SARS CoV 2," ujar Profesor Lia van der Hoek, salah satu peneliti yang terlibat.
Baca Juga: Heboh Aksi Pasangan Kumpul Kebo, Buang Bayi Modus Ketuk Pintu Rumah Warga
Ahli Virologi Universitas Reading, Ian Jones mengatakan dalam penelitian lain menunjukkan kekebalan terhadap virus bisa lebih tahan lama, apabila gejala yang dialami ringan.
"Kami sedang mengembangkan ilmu kritis untuk mengetahui dampak tes antibodi positif dan untuk mengembangkan sistem sertifikasi, guna memastikan orang-orang dengan antibodi positif diberikan jaminan bahwa mereka bisa beraktivitas dengan aman," kata Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin