Suara.com - Tidak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal.
Siklus haid dipengaruhi oleh beragam faktor internal, seperti gaya hidup, pola tidur, berat badan, aktivitas fisik, dan genetik.
"Siklus haid normal itu mesti dipahami semua perempuan," tutur dr Yassin Yanuar Mohammad, SpOg-KFER, MSc, dokter spesialis Obstetri & Ginekologi, Konsultan Fertilitas Endokrinologi dan Reproduksi RS Pondok Indah Jakarta kepada Suara.com, beberapa waktu lalu
Yassin menjelaskan siklus haid normal terjadi setiap 21-35 hari, setiap 3-5 minggu, dengan durasi 5-7 hari atau paling cepat 3 hari, dan jumlah darah yang keluar kurang-lebih sebanyak 3-4 kali ganti pembalut.
Satu lagi tanda siklus haid yang normal adalah tidak disertai nyeri yang hebat. Perlu diwaspadai apabila Anda mengalami nyeri yang hebat saat haid, karena bila sampai mengganggu aktivitas bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang tak boleh diabaikan.
Nyeri haid atau yang memiliki bahasa medis dismenorea terbagi menjadi dua, yakni dismenorea primer dan sekunder.
Dismenorea sekunder disebabkan penyakit tertentu seperti endometriosis atau infeksi. Sementara, dismenorea primer merupakan nyeri yang tidak memiliki penyebab.
"Karena proses haid itu kan kita melepaskan zat-zat yang berkaitan dengan peradangan. Nah, itu memang bisa menimbulkan nyeri," jelas dr Yassin.
Selain itu, hasil kontraksi saat haid juga bisa menimbulkan nyeri, akan tetapi nyeri yang ditimbulkan bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas.
Baca Juga: Punya Sisa Ketupat di Rumah? Ini 4 Cara Supaya Bisa Lebih Tahan Lama
Untuk meredakannya, dr Yassin memperbolehkan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol, atau melakukan olahraga seperti yoga dan senam, ataupun mengompres bagian perut bawah dengan air hangat.
"Prinsipnya, kalau haid lagi nyeri, boleh melakukan apa saja yang membuat nyaman. Kalau minum jamu kunyit saya kurang tahu, ya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat