Suara.com - Pemerintah Jepang mencabut status darurat negara yang diberlakukan menyusul pandemi virus Corona Covid-19.
Dilansir Anadolu Agency, pengumukan keputusan tersebut dilakukan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe.
Pencabutan status darurat engara meliputi wilayah prefektur Kanagawa, Chiba dan Saitama, serta Hokkaido di Jepang utara, menurut laporan dari Kyodo News.
Dengan status bebas dari pembatasan, warga Jepang kini dapat pergi ke luar negeri secara bebas. Selain itu, bisnis dapat dilakukan.
Sebelumnya perdana menteri Abe mengakhiri keadaan darurat di 42 dari 47 prefektur di Jepang.
Jepang memberlakukan keadaan darurat pada awal bulan lalu untuk jangka waktu satu bulan guna memerangi Covid-19 dan kemudian memperpanjangnya hingga 31 Mei.
Mengutip data Worldometers, pada Senin (25/5/2020), Jepang mencatatkan total kasus positif Covid-19 sebanyak 16.550 kasus, 820 pasien meninggal dunia, dan pasien yang sembuh sebanyak 13.413 orang.
Tercatat tidak ada penambahan kasus positif dan pasien meninggal dunia di Jepang pada Senin ini. Namun total pasien Covid-19 yang masih dirawat sebanyak 2.317 orang.
Data Worldometers, penanganan Covid-19 di Jepang cukup tinggi dibandingkan dengan negara di lingkungannya, yakni Taiwan dan Korea Selatan.
Baca Juga: Langgar Aturan Karantina dan Berjudi, Orang Dekat PM Jepang Mundur
Taiwan tercatat pada Senin hanya memiliki total kasus Covid-19 sebanyak 441 kasus, total pasien meninggal dunia 7 orang, dan pasien yang telah pulih 414 orang. Tidak ada penambahan kasus baru dan pasien meninggal pada Senin ini.
Sedangkan Korea Selatan tercatat memiliki 11.190 total kasus, setelah ada tambahan kasus baru pada Senin sebanyak 25 orang
Tidak ada penambahan pasien meninggal dunia pada Senin ini, sehingga kasus meninggal dunia masih sebanyak 266 orang.
Sedangkan pasien yang pulih sebanyak 10.213 orang, dan pasien yang masih dirawat hanya 711 orang, lebih sedikit dari pasien di Jepang yang sebanyak 2.317 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga