2.CBD
Cannabidiol atau CBD, adalah cannabinoid yang tidak mengubah pikiran dan meningkatkan relaksasi. CBD telah mendapatkan banyak perhatian karena kemampuannya untuk mengurangi kecemasan, menghilangkan rasa sakit, meningkatkan fokus mental, dan kejelasan.
Selain itu CBD juga memiliki kemampuan untuk mengurangi kantuk di siang hari dan meningkatkan kewaspadaan. Studi menunjukkan bahwa CBD mengurangi kecemasan tanpa mempengaruhi siklus tidur-bangun.
3. CBN
Cannabinol atau CBN adalah cannabinoid yang kurang terkenal dibandingkan CBD. Tampaknya memiliki efek sedatif yang kuat, yang dapat ditingkatkan ketika dikombinasikan dengan THC. CBN juga memiliki sifat anti-inflamasi yang menghilangkan rasa sakit. Studi menunjukkan CBN merangsang nafsu makan (sedangkan CBD, di sisi lain, berfungsi menekan nafsu makan). CBN ditemukan pada ganja yang lebih tua, ketika, seiring waktu, THC dikonversi secara alami menjadi CBN.
4. Terpene
Cannabinoid telah mendapatkan banyak perhatian sehubungan dengan manfaat potensial untuk tidur, suasana hati, rasa sakit, serta masalah kesehatan lainnya. Tapi terpene juga tampaknya memainkan peran yang cukup signifikan di dalam ganja, termasuk kemampuannya untuk mempengaruhi tidur.
Terpene adalah molekul kecil aromatik dalam ganja yang menciptakan aroma dan rasanya. Terpene tidak hanya ditemukan di ganja, tapi juga ditemukan di banyak tanaman, buah, dan bunga alami. Ada lebih dari 150 terpene berbeda yang telah diidentifikasi.
Kombinasi berbeda dari terpene dalam galur ganja yang berbedalah yang menciptakan rasa dan aroma yang berbeda. Mereka juga berkontribusi pada strain berbeda yang memiliki efek berbeda ketika kita mengonsumsinya. Ilmu pengetahuan menunjukkan terpene memiliki efek pada energi, suasana hati, kantuk, dan kewaspadaan.
Baca Juga: Dwi Sasono Susah Tidur Kalau Tak Isap Ganja saat Wabah Corona
Namun, berhati-hatilah. Sebab, ganja memiliki beberapa efek samping negatif yang juga perlu diperhatikan. khususnya untuk penggunaan mengatasi masalah tidur, yaitu:
1. Grogi pada hari berikutnya, terutama dengan penggunaan berlebihan dan atau tekanan THC tinggi.
2. Penggunaan THC konsentrasi tinggi yang berlebihan juga menyebabkan mulut kering, euforia, dan meningkatkan nafsu makan setelah proses pencernaan.
3. Setelah penggunaan jangka panjang akan menyebabkan gejala putus obat yang meliputi perubahan perasaan (kecemasan atau depresi), dan perubahan dalam tidur seperti sulit tidur dan mimpi buruk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini