Suara.com - Senangnya ketika melihat bayi Anda sudah mulai menapakkan kaki mungilnya ke lantai. Itu pertanda ia akan segera memiliki kemampuan baru, yaitu berjalan. Nah, untuk membantu bayi belajar jalan, Anda bisa memberinya alat bantu yang memudahkan proses belajar berjalannya.
Apa saja alat bantu bayi belajar jalan yang bisa Anda pilih? Simak rekomendasinya berikut ini.
1. Baby walker
Cara menggunakannya adalah dengan mendudukkan anak ke sebuah kursi beroda. Namun, pemberian baby walker menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi, baby walker membuat bayi menjadi lebih mudah bereksplorasi karena bantuan roda di baby walker.
Namun, efek roda pada baby walker disebut tidak membuat anak belajar berjalan sendiri. Baby walker juga disebut membahayakan keselamatan anak karena rentan terjadi kecelakaan atau terjatuh saat si kecil bergerak ke sama kemari.
Jika Anda memilih baby walker, disarankan untuk tetap memperhatikan si kecil dengan baik. Jangan sampai lengah saat ia asyik ke sana kemari dengan baby walker-nya.
2. Push walker
Mirip seperti troli belanja, push walker mengharuskan anak mendorong agar ia bisa berjalan. Saat push walker bergerak maju, otomatis bayi akan melangkah perlahan dan berjalan.
Push walker didesain seperti halnya mainan dengan warna-warna menarik dan dilengkapi suara-suara yang menarik perhatian bayi.
Baca Juga: Inggris Kembangkan Pengobatan Berbasis Ganja untuk Bayi Berisiko Kejang
Tapi hati-hati, ya, pada bayi yang baru pertama kali belajar jalan, pastikan Anda memegangi push walker agar tidak bergerak terlalu cepat yang malah akan menyebabkan bayi terjatuh.
3. Baby moon walker
Prinspi kerja baby moon walker mirip seperti boneka marionette, boneka bertali yang dikendalikan dari atas. Anda tinggal memasang semacam sabuk ke selangkangan si kecil, mengencangkannya, dan memegang tali kendali di atas kepala si kecil ketika ia belajar melangkahkan kakinya.
Alat bantu ini memberikan kontrol penuh kepada orangtua untuk mengajari anak berjalan, sehingga agak membatasi gerak anak. Tapi, baby moon walker jauh lebih aman karena anak tidak akan berjalan ke tempat-tempat berbahaya.
Nah, setelah mengenal alat bantu bayi belajar jalan, sudahkah Anda memutuskan yang mana yang akan Anda beli untuk si kecil? Apapun pilihan Anda, belanja dari rumah aja di Serbada.com ya. Selain alat bantu bayi belajar jalan, Anda juga bisa menemukan berbagai kebutuhan bayi dan anak lainnya, mulai dari pakaian, kolam renang karet, car seat, hingga mainan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal