Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 bisa berdampak banyak pada kesehatan mental akibat masa isolasi mandiri di rumah. Situasi ini juga bisa memperburuk kondisi orang dengan dermatillomania.
Dermatillomania juga dikenal sebagai gangguan eksoriasi yang membuat seseorang berkeinginan menggaruk atau mengelupas kulitnya.
Karena itu, masa isolasi mandiri bisa membuat penderita dermatillomania lebih sering melukai kulitnya.
Sedangkan, ahli kesehatan meminta semua orang untuk tidak menyentuh wajah selama pandemi virus corona Covid-19. Sayangnya, orang dengan gangguan kompulsif yang membuatnya kesulitan berhenti melukai, menggaruk dan mengelupas kulit.
James (26), seorang pria yang menderita dematillomania sejak muda. Saat itu ia percaya kondisinya disebabkan oleh kepindahannya ke China pada usia 8 tahun dan menjumpai lebih banyak nyamuk.
Ia pun berusaha mencari cara untuk mengalihkan perasaan cemasnya dengan menggigit dan mengelupas kulit. Lalu, ia berhasil mengontrol impulsnya dengan melakukan terapi pada Oktober 2019.
Tetapi, kondisinya kembali kambuh ketika pandemi virus corona Covid-19 telah membuat rencana pernikahannya di bulan April 2020 terpaksa dibatalkan.
Hal sama juga terjadi pada Sarah (26) yang menderita dematillomania dan makin parah ketika tidak ada kerjaan atau acara.
"Saya selalu menggigit dan mengambil kutikula dan kuku saya. Tapi, beberapa tahun lalu ketika cemas dan depresi menjalani perkuliahan. Saya mulai mencabut rambut kepala dan bagian tubuh lain. Saya juga mengelupas kulit di kaki," kata Sarah dikutip dari Metro.co.uk.
Baca Juga: FDA Setujui Kit Pengujian Virus Corona Covid-19 di Rumah
Saat itu Sarah menyadari kebiasaannya melukai kulit, kuku dan rambutnya tidak normal. Ia menyadarinya ketika mengelupas kulit di kakinya sampai berdarah.
"Saya pikir kecemasan dan fokus yang sempit selama masa isolasi mandiri telah membuat kondisiku jauh lebih parah," ujarnya.
Orang dengan dermatillomania senang mengelupas kulit sebagai bentuk sesi intensif dengan menggaruk bintik-bitik kecil di kulit dan menyakitkan. Tetapi, orang dalam kondisi ini biasanya tidak menyadari kebiasannya.
Sementara, kebosanan dan kecemasan selama masa isolasi mandiri bisa membuat orang dengan dermatillomania lebih sering mengelupas kulitnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak