Suara.com - Jepang menjadi salah satu negara dengan pengendalian kasus virus Corona terbaik, setelah pemerintah melaporkan tidak adanya kasus baru dalam 24 jam terakhir.
Menurut sebuah laporan dari penyiar nasional NHK, otoritas kesehatan Jepang mengatakan tak ada infeksi baru yang ditemukan di mana pun di negara itu, sehingga jumlah totalnya masih terhitung 17.223 kasus.
Sebanyak 712 kasus tambahan berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang merapat di Jepang Februari ini.
Korban tewas akibat Covid-19 negara itu mencapai 932 jiwa, termasuk 13 di antaranya dari kapal tersebut.
Ibu kota Tokyo jadi daerah terdampak paling parah di negara itu dengan 5.396 kasus, lalu diikuti oleh prefektur Osaka dan Kanagawa dengan masing-masing memiliki 1.785 dan 1.395 kasus.
Otoritas Jepang mengatakan 209 kasus Covid-19 ditemukan di bandara, termasuk 173 orang yang kembali dari China dengan penerbangan khusus pemerintah, menurut laporan NHK.
Data pemerintah mengungkapkan pandemi itu menurunkan upah rata-rata bulanan Jepang pada bulan April, karena banyak toko dan bisnis ditutup secara sukarela untuk membendung penyebaran virus.
Survei Departemen Ketenagakerjaan terhadap lebih dari 30.000 usaha menunjukkan bahwa para pekerja rata-rata memperoleh sekitar 275.000 yen (lebih dari USD2.500), termasuk upah pokok, lembur, dan pembayaran lainnya.
"Secara nominal, angka itu turun 0,6 persen (yoy), menandai penurunan pertama dalam empat bulan," tukas laporan itu. [ANADOLU AGENCY]
Baca Juga: Jepang Tolak Ikut 'Salahkan' China dalam Kasus Hong Kong
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin