Suara.com - Bagi orang tua, keselamatan dan kesejahteraan buah hati mereka merupakan hal penting. Namun, ada hal-hal yang tentunya masih di luar kendali mereka, termasuk gangguan tidur pada anak.
Memang menjadi kondisi yang mengkhawatirkan ketika anak bangun ketakutan akibat mimpi buruk, Tapi night terrors atau teror malam dinilai lebih buruk.
Jika sang anak bangun karena mimpi buruk, mungkin mereka akan menangis dan Anda dengan mudah menghiburnya agar ia kembali tidur.
Tapi teror malam tidak sesederhana itu, kondisi ini dapat menimpa anak dengan intensitas yang jauh lebih besar.
Berdasarkan Hello Sehat, night terrors atau teror malam merupakan gangguan tidur yang umumnya terjadi beberapa jam pertama setelah anak tertidur.
Tanda anak mengalami teror malam
Kondisi ini juga dikenal sebagai teror tidur. Teror malam biasanya terjadi sekitar dua hingga tiga jam setelah anak tertidur, yaitu selama tahap tidur paling dalam.
Dilansir The Health Site, biasanya anak usia tiga hingga 12 tahun mengalaminya, yang mungkin disertai dengan episode menjerit, meronta, menangis, atau ketakutan selama tidur.
Ketika anak mengalaminya, detak jantung mereka bisa berdegup cepat, pernapasan cepat, berkeringat, hingga pupil mata melebar.
Baca Juga: Ingin Punya Anak Lagi, Daus Mini Konsultasi ke Dokter Boyke
Terkadang, anak-anak yang mengalami teror malam mungkin duduk di tempat tidur, terlihat bingung dan tetapi tidak berbicara. Meski terjadi beberapa menit, kemungkinan dibutuhkan 30 menit bagi mereka untuk tidur kembali.
Walau tidak berbahaya, bahkan cenderung dilupakan, teror makam dapat terjadi berulang kali setiap malam. Baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Penyebab teror malam
Faktor genetika memainkan peran besar dalam pengalaman teror malam. Jadi, ada kemungkinan anak mewarisinya dari anggota keluarga.
Pemicu lain untuk teror malam termasuk stres, kecemasan, demam, perubahan rutin, terlalu banyak kafein, kurang tidur, dan obat-obatan yang memengaruhi sistem saraf pusat (otak).
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?