Suara.com - Pakar Epideomologi dai Universitas Hasanuddin Makasar Prof Ridwan Amiruddin memprediksi puncak pandemi virus corona Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan akan terjadi pada akhir Juni 2020.
Dilansir Antara, Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin itu menyampaikan percepatan puncak pandemi akan terjadi pada pekan ke tiga di Kota Makassar.
Sementara untuk wilayah Sulawesi Selatan yang lain akan lebih melambat karena populasinya yang lebih besar.
"Pada wilayah Sulsel lebih melambat karena populasinya memang lebih besar yang bisa saja sampai akhir Juni dan sepertinya bahkan akan melewati Juni," katanya.
Prof Ridwan yang juga Ketua Tim Konsultasi Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Penyakit Covid-19 Sulawesi Selatan mengatakan berdasarkan hasil hitungan simulasi pada bulan Juni ini memang diprediksi akan terjadi peningkatan kasus.
Puncak percepatan pandemik yang akan terjadi lantaran atractive testing mulai gencar dilakukan dan dinilai sangat efektif untuk menekan kurva laju penyebaran Covid-19.
Menurutnya, semakin tinggi tes dilakukan maka semakin tinggi pula menangkap kasus-kasus baru untuk memutus mata rantai sebagai persoalan sosiologi di masyarakat.
Selain itu, terkait langkah pencegahan Prof Ridwan menyatakan semakin ketat penelusuran kontak kasus positif Covid-19 maka kasusnya pun semakin terkendali. Walaupun hal ini disertai dengan peningkatan kasus harian, namun itu berarti semakin intens pelacakan yang dilakukan.
Kasus cenderung kelihatan meningkat, karena saat ini untuk pertama kali semua kabupaten melakukan intensif tracking masif testing.
Baca Juga: Pasien Corona RI Terus Bertambah, Hari Ini Nyaris Melejit 1.000 Kasus
"Memang kasus harian meningkat tetapi secara pelan-pelan pengendalian terjadi karena tidak muncul lagi kasus baru dari upaya pengendalian yang dilakukan melalui pelacakan," katanya.
Sehingga kata dia, pada bulan Juni warga Sulsel akan menemui percepatan puncak pandemi.
"Artinya kita akan khawatir pada bulan Juni, dengan adanya pelonggaran, mobilitas sangat tinggi, dan terjadi peningkatan signifikan," ujarnya.
Meski demikian, dari hasil hitungan itu diketahui bahwa hasil pertumbuhan angka kasus tersebut berada di angka delapan persen. Berbeda dengan angka kasus pada awal bulan Maret dengan angka pertumbuhan kasus Covid-19 mencapai 28 persen.
Disampaikan sejak awal Maret, kasus Covid-19 meledak di Sulsel dengan jumlah pertumbuhannya 28 persen dengan waktu penggandaan 3-4 hari.
"Sekarang sisa delapan persen. Artinya setelah terjadi penambahan jumlah kasus, kita tidak boleh bertahan di angka kasus kumulatif saja, karena dari angka kasus delapan persen itu dengan waktu penggandaan delapan hari," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026