Suara.com - Meski pandemi Covid-19 belum usai, tapi banyak negara sudah menerapkan tatanan hidup baru alias new normal. Update Covid-19 global menurut data realtime Worldometers, Jumat (12/6/2020) pukul 09.00 WIB, sudah ada sebanyak 7.595.646 kasus positif di seluruh dunia.
Dari data itu, lebih dari setengahnya atau 50,5 persen orang yang sudah sembuh, atau sebanyak 3.841.331 orang sudah dinyatakan 2 kali pemeriksaan negatif. Sedangkan yang meninggal tercatat sebanyak 423.811 korban jiwa.
Angka kesembuhan ini didapatkan setelah banyak negara masih secara masif melakukan penelusuran kasus diiringi semakin diperbanyaknya pengetesan.
Seperti Amerika Serikat misalnya, sudah melakukan lebih dari 23 juta tes. Dari hasil tes, didapatkan Amerika memiliki sejumlah 2.089.701 kasus, dengan total kesembuhan 816.086 orang, sedangkan korban yang meninggal 116.034 orang.
Pengetesan terbanyak selanjutnya dilakukan Rusia dengan menebar lebih dari 13,8 juta pengetesan, kemudian didapatkan 502.436 kasus positif.
Melalui pengetesan yang masif di Rusia, sebanyak 261.150 orang kemudian dinyatakan sembuh, dan hanya 6.532 yang meninggal dunia. Berarti, fatality rate atau tingkat kematian berhasil ditekan hingga 1,3 persen.
Selanjutnya, pengetesan di Inggris dilakukan terhadap lebih dari 6,2 juta orang. Hasilnya ada 291.409 kasus positif di negara dengan sistem kerajaan itu, dengan mirisnya angka kematian sebanyak 41.279 korban jiwa, melewati angka kematian di Brazil.
Di India, melalui lebih dari 5,2 juta pengetesan, menghasilkan kasus positif sebanyak 298.283, yang merupakan tertinggi di Asia. Namun kini sebanyak 146.972 orang di India sudah sembuh, dengan catatan kematian 8.501 korban jiwa.
Maka dengan begitu, India berhasil menekan kematian menjadi 2,8 persen, dan angka kesembuhan meningkat lebih dari 50 persen.
Baca Juga: Pengunjuk Rasa Antirasisme di AS Diminta Ikut Tes COVID-19
Di antara 5 negara dengan kasus terbanyak di atas, Brazil punya catatan cukup buruk, dengan pengetesan yang tidak kurang dari 1,4 juta, angka positifnya didapatkan 805.649 orang. Meskipun sudah ada 396.692 orang sudah sembuh, dengan korban jiwa banyak 41.058 orang.
Sementara itu, di dalam negeri, dengan kapasitas pengetesan lebih dari 17.000 spesimen per hari, Indonesia baru melakukan pengetesan sebanyak 460 ribu kepada masyarakatnya.
Sehingga didapatkan total kasus 35.295 kasus, dengan angka kesembuhan sebanyak 12.636 persen, ditambah korban meninggal sebanyak 2.000 orang. Itu artinya angka kesembuhan Indonesia baru sebesar 35,8 persen. Sedangkan fatality rate atau persentase kematian Indonesia sebesar 5,6 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!