Dia menambahkan: "Mereka rata-rata 12 tahun lebih muda, itu perbedaan besar, dan mereka cenderung tidak menderita demensia, obesitas atau penyakit paru-paru, tetapi tingkat diabetes yang sangat tinggi."
Sekitar 40% pasien Asia Selatan menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2 dibandingkan dengan 25% kelompok kulit putih.
Diabetes memiliki efek ganda yaitu meningkatkan risiko infeksi dan merusak organ tubuh, yang dapat memengaruhi kemampuan untuk bertahan hidup dari infeksi virus corona.
Hal ini dianggap sebagai faktor utama dalam meningkatkan angka kematian pada orang-orang dari etnis Asia Selatan, tetapi gambaran lengkapnya belum terungkap.
Penjelasan lain dapat mencakup kemiskinan atau perbedaan kecil secara genetis yang meningkatkan risiko infeksi serius, kata para peneliti.
Temuan ini telah dipublikasikan secara online sebelum dipublikasikan secara resmi dalam jurnal medis.
Namun, hasilnya telah diberikan ke kelompok penasihat ilmiah pemerintah Inggris - Sage - lebih dari sebulan yang lalu.
Laporan itu mengatakan etnisitas sekarang mungkin perlu dipertimbangkan bersamaan dengan usia dan masalah kesehatan lainnya ketika memutuskan siapa yang mendapat vaksin jika tersedia.
Masalah yang sama muncul dalam memutuskan siapa yang harus dilindungi dan apakah beberapa orang memerlukan perlindungan ekstra di tempat kerja.
Baca Juga: Update Corona di Dunia 20 Juni: Kematian Brasil Tembus 1.221 Jiwa Sehari
"Itu memang memiliki implikasi luas yang sulit untuk dihadapi," kata Harrison kepada BBC.
"Haruskah ada kebijakan berbeda bagi perawat Asia Selatan yang berada di garis depan dengan perawat kulit putih - itu yang benar-benar rumit."
Studi ini menunjukkan semua etnis minoritas memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk membutuhkan perawatan intensif daripada orang-orang keturunan kulit putih.
Sebagian dari alasannya adalah kemungkinan karena penyakit menjadi lebih parah. Namun, faktor lain adalah orang kulit putih lebih tua dan mengalami gejala yang lebih parah sehingga ventilasi dalam perawatan intensif mungkin bukan pilihan.
Namun, perbedaannya bukan tentang akses ke layanan kesehatan.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa semua etnis yang tiba di rumah sakit pada tahap yang sama saat menderita Covid-19 menunjukkan tidak ada penundaan antar etnis dalam mendapatkan bantuan.
Berita Terkait
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?