Suara.com - Saat masa pembatasan sosial mulai dilonggarkan, mulai banyak orang melakukan olahraga bersepeda. Tak sedikit yang menggunakannya sebagai transportasi jarak dekat.
Sepeda dianggap sebagai transportasi yang efektif dalam menjaga jarak sosial di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang belum usai.
Meski begitu, seseorang masih perlu melakukan langkah-langkah keamanan agar tidak tertular virus corona ketika bersepeda.
Berikut ini dilansir dari Times of India, beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika bersepeda.
1. Menghindari naik sepeda berkelompok
Anda disarankan tidak naik sepeda berkelompok untuk menjaga jarak sosial meski aturan pembatasan sosial telah dilonggarkan. Tetapi, jarak sosial masih perlu diterapkan selama pandemi virus corona belum usai.
2. Pastikan selalu memakai helm, masker dan sarung tangan ketika bersepeda
Pemakaian masker dan sarung tangan bisa membantu Anda menghindari menyentuh wajah ketika bersepeda. Karena, kebiasaan itu bisa meningkatkan risiko penularan virus corona.
3. Bawalah botol air
Baca Juga: Mengenal Orthocoronavirinae dan Kaitannya dengan Virus Corona Covid-19
Anda perlu membawa botol air minum sendiri yang disimpan di dalam ransel ketika bersepeda. Supaya Anda tidak perlu mengonsumsi minuman dari luar dan bisa berhenti di tempat sepi ketika ingin minum atau beristirahat.
4. Jangan terlalu banyak mengerahkan tenaga
Anda perlu menjaga energi tubuh dan tetap terhidrasi selama bersepeda. Karena, pemakaian masker saat bersepeda mungkin bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Jadi, menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa menghindari kondisi yang tidak diinginkan.
5. Bersihkan semua permukaan sepeda yang sering disentuh
Setelah bersepeda, Anda perlu membersihkan semua permukaan seperti setang, pelanan dan pedal. Jangan lupa untuk membawa hand sanitizer selama bersepeda agar bisa membersihkan tangan ketika menyentuh fasilitas umum dan lainnya.
6. Bersihkan sepeda dan segala peralatan bersepeda
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga