Suara.com - Kementerian Pertanian menarik dan memusnahkan jamur enoki di Indonesia yang diimpor dari Korea Selatan. Produk yang diimpor dari Green Co Ltd, ini disebut telah menyebabkan wabah listeria, bakteri penyebab listerosis, di Amerika Serikat, Kanada dan Australia.
"Memerintahkan kepada importir untuk melakukan penarikan dan pemusnahan produk jamur enoki dari Green Co Ltd, Korea Selatan," tulis Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan melalui rilisnya kepada Suara.com, Kamis (25/6/2020).
"Surat Kepala BKP kepada Direktur PT. Green Box Fresh Vegetables nomor B-259/KN.230/J/05/2020 tanggal 18 Mei 2020 hal penarikan produk," sambungnya.
Agung menambahkan pemusnahan sudah dilakukan pada 22 Mai dan 19 Juni lalu di PT. Siklus Mutiara Nusantara, Bekasi. Jumlah jamur enoki yang dimusnahkan sebanyak 1.633 karton atau setara dengan berat 8.165 kilogram.
Sedangkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat sendiri sudah menarik jamur enoki yang diproduksi oleh H&C Food Inc., Guan’s Mushroom Co., dan Sun Hong Foods, Inc.
Dalam laman CDC, kasus listeria terkait jamur enoki sebanyak 36, dengan 31 orang dirawat di rumah sakit dan empat orang meninggal dunia.
Listeria atau listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes. Penyakit ini utamanya menyerang wanita hamil, bayi baru lahir, orang yang sudah tua, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah.
Infeksi ini dapat ditangani apabila dirawat sejak dini dan umumnya diobari dengan antibiotik.
Beberapa orang dengan infeksi listeria, paling umum orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah, mengalami infeksi parah pada aliran darah (menyebabkan sepsis) atau otak (menyebabkan meningitis atau ensefalitis).
Baca Juga: Kerap Dianggap Bakteri Baik, Ternyata Probiotik Tak Beri Manfaat Signifikan
Terkadang infeksi ini dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, termasuk tulang, sendi, dan situs di dada dan perut.
Apabila seseorang menderita demam, dan gejala lesteria lainnya, seperti kelelahan dan nyeri otot dalam waktu dua bulan setelah mengonsumsi makanan yang mungkin terkontaminasi, ia harus segera mencari perawatan medis.
Ini sangat penting jika orang tersebut dalam kondisi hamil, berusia 65 tahun atau lebih, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Apabila seseorang makan makanan yang mungkin terkontaminasi listeria dan tidak merasa sakit, sebagian CDC mengatakan orang tersebut tidak perlu tes atau perawatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker