Suara.com - Kurang tidur bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan kronis, seperti obesitas, penyakit dan diabetes. Karena itu, semua orang perlu mengelola pola tidurnya untuk menjaga kesehatan tubuh. Langkah ini sekaligus upaya memperpanjang usia harapan hidup.
Sebuah penelitian mengenai masalah ini menemukan bahwa makanan yang dikonsumsi bisa menghambat atau membantu siklus tidur kembali normal.
Dalam hal ini, nanas salah satu buah yang bermanfaat besar dalam mengatasi kesulitan tidur. Karena, efek merangsang makan nanas disebabkan oleh melatonin
Melatonin adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pineal di otak. Menurut National Sleep Foundation, melatoni tampaknya penting dalam membantu mengatur siklus tidur dan tubuh terjaga pada jam internal.
Melatonin sering digunakan untuk mengobati insomnia. Sedangkan nanas adalah buah yang sarat dengan melatonin dan efeknya telah diamati.
Dalam satu penelitian, para ahli menemukan bahwa kadar penanda melatonin meningkat lebih dari 266 persen setelah makan nanas.
Efek yang sama juga terlihat pada buah kaya melatonin lainnya, meskipun masih berada pada tingkat lebih rendah dari nanas.
Studi ini juga mengamati peningkatan 180 persen melatonin setelah makan pisang dan 47 persen setelah makan jeruk.
Sementara itu, National Sleep Foundation (NSF) menjelaskan makanan dan minuman kafein adalah stimulan yang bekerja dengan menghalangi aksi hormon di otak yang membuat kita merasa lelah.
Baca Juga: Jangan Salah! Anak Muda Juga Rentan Terinfeksi Virus Corona
"Dosis kafein yang kuat bisa merangsang pikiran pada waktu singkat. Tapi, ini menganggu kewaspadaan seseorang ketika efeknya berkurang," jelas NSF dikutip dari Express.
Tapi, NSF memeringatkan bahwa makanan tertentu juga berkaitan dengan refluks yang bisa menyebabkan batuk atau tersedak saat tidur. Makanan dalam kelompok ini termasuk buah jeruk, coklat, makanan berlemak dan digoreng, bawang putih, bawang merah, makanan pedas dan makanan berbasis tomat.
Tips sederhana yang sering diabaikan adalah menjaga jam tidur teratur. NHS telah menjelaskan menjaga jam tidur bisa membantu memprogram otak dan jam tubuh internal agar terbiasa dengan rutinitas yang ditetapkan.
"Sebagian besar orang dewasa membutuhkan antara 6 hingga 9 jam tidur setiap malam. Dengan mengetahui jam berapa Anda harus bangun, Anda bisa mengatur jadwal tidur reguler," jelas NHS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli