Suara.com - Virus corona yang terjadi di Indonesia memang masih terus meningkat. Namun Pemerintah telah mulai melonggarkan pembatasan dan segera melakukan New Normal atau normal baru.
Saat tahap New Normal dan mulai pergi ke luar rumah, artinya Anda musti berhati-hati. Menurut Direktur Pelaksana Zidac Laboratories Inggris, Jurica Weissbarth ia memperingatkan tujuh spot penuh bakteri di tempat umum yang seharusnya Anda hindari.
Dilansir dari Express, Weissbarth menyatakan, pegangan pintu, kamar mandi umum, tabel dan permukaan meja, tempat duduk, dan menu menjadi salah satu spot bakteri paling umum selama pandemi.
Selain itu, Weisbarth juga menyatakan bahwa Anda juga perlu berhati-hati dengan pegangan tangga atau pegagan eskalator dan tombol pin pada mesin pembayaran non-cash.
Weisbarth menjelaskan, berbagai sektor perdagangan dan perhotelan memang akan melakukan segala yang mereka bisa untuk menjaga tingkat kebersihan yang tinggi. Tetapi Anda masih disarankan untuk membersihkan tangan kapanpun setelah melakukan kontak dengan spot-spot di atas.
Anda harus membawa pembersih tangan sebagai cadangan jika tidak ada fasilitas pembersih tangan.
"Tidak semua pembersih tangan diciptakan sama, oleh karena itu coba cari pembersih tangan yang mengandung setidaknya 70 persen alkohol," saran Weisbarth.
"Ini adalah bahan aktif yang membunuh kuman dengan melarutkannya dan agar sepenuhnya bisa membunuh bakteri," imbuhnya.
Menurut Weisbarth, banyak pembersih tangan yang masih berada di bawah standar. Jadi, penting untuk Anda mempelajari produk sebelum membelinya.
Baca Juga: Era New Normal Pengunjung Mal di Jakarta Dibatasi, Sudah Efektifkah?
"Carilah produk yang dengan jelas menyatakan membunuh 99,9 pesen kuman," kata Weisbarth.
"Lebih sering cuci tangan bisa menjadi tidak nyaman tetapi pedoman masih menyatakan perlunya mencuci tangan selama 20 detik untuk membunuh kuman," jelas Weisbarth.
Sayangnya itu dapat membuat kulit bereaksi buruk, menjadi kering, pecah-pecah, dan menyakitkan. Sanitizer yang keras juga akan memperburuk kondisi kulit. Oleh karena itu, Weisbarth menyarankan untuk memilih produk yang mengandung sifat menyejukkan seperti lidah buaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026