Suara.com - Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIH), Dr. Anthony Fauci menyatakan, bahwa tidak ada jaminan mengenai ketersediaan vaksin Covid-19 di awal tahun 2021. Hal tersebut dinyatakan oleh Fauci pada Selasa (30/7/2020).
"Tidak ada jaminan dan siapapun yang terlibat dalam vaksinasi akan memberi tahu Anda," ujar Fauci.
"Kami akan memiliki vaksin yang aman dan efektif, tetapi kami sangat berhati-hati untuk bersikap optimistik, melihat data hewan dan data awal, bahwa kami setidaknya akan mengetahui sejauh mana kemanjurannya di musim dingin dan awal tahun depan," tambahnya.
Selain itu, berbicara soal vaksin ia juga menyatakan bahwa akhirnya remdesivir dinyatakan terbukti mampu mengurangi keparahan pasien Covid-19.
Fauci juga memeringatkan, bahwa langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh individu, seperti menjaga kebersihan, menggunakan masker, hingga menjaga jarak juga masih sangat diperlukan.
Fauci kemudian memperkuat pesan itu dan memperingatkan bahwa jumlah kasus sehari-hari yang tinggi dapat kembali terjadi jika tindakan pencegahan tidak dilakukan dengan serius.
"Saya pikir masker sangat penting. Tidak ada keraguan, bahwa masker mampu melindungi Anda dan orang lain. Dengan ini, maka orang-orang akan saling melindungi. Apapun yang mendukung penggunaan masker, apakah itu memberikan masker gratis atau mekanisme lainnya, saya sepenuhnya mendukung," kata Fauci.
"Kami bisa kembali ke 100.000 kasus sehari jika keadaan tidak berbalik, itu bisa menjadi sangat buruk," tambahnya.
Dilansir dari Huffpost, Vincent Racaniello, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran dan Ahli Bedah Vagelos Universitas Columbia di New York juga menyatakan, bahwa ada kemungkinan vaksin tidak tersedia di akhir tahun atau awal tahun depan.
Baca Juga: Perusahaan China Klaim Vaksin Virus Corona Buatannya Efektif dan Aman
"Tidak, saya pikir sangat tidak realistis untuk mengharapkan vaksin pada akhir tahun 2020. Kami belum membuat vaksin apapun dalam waktu sesingkat itu," kata Racaniello.
"Apa yang akan lebih realistis dalam pandangan saya, vaksin mungkin bisa tersedia di musim panas mendatang. Tapi, Anda tahu, vaksin bisa memakan waktu lima hingga 10 tahun dan lebih lama," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan