Suara.com - Sebuah studi baru yang mengejutkan menemukan bahwa obat anti-malaria kontroversial, hidroksiklorokuin membantu pasien bertahan hidup lebih baik di rumah sakit.
Dilansir dari CNN, sebuah tim di Henry Ford Health System di Michigan Tenggara pada Kamis (2/7/2020), mengatakan penelitian terhadap 2.541 pasien yang dirawat di rumah sakit menemukan bahwa mereka yang diberi hidroksiklorokuin jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal.
Dokter Marcus Zervos, kepala divisi penyakit menular untuk Sistem Kesehatan Henry Ford, mengatakan 26 persen dari mereka yang tidak diberi hydroxychloroquine meninggal, dibandingkan dengan 13 persen dari mereka yang mendapat obat tersebut.
Tim melihat kembali pada semua orang yang dirawat di sistem rumah sakit sejak pasien pertama pada bulan Maret.
"Tingkat mortalitas kasar keseluruhan adalah 18,1 persen di seluruh kelompok, 13,5 persen pada kelompok hidroksiklorokuin dan 20,1 persen di antara mereka yang menerima hidroksiklorokuin plus azithromycin," catat tim dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam International Journal of Infectious Diseases.
"Sementara ada 22,4 persen di antara kelompok azithromycin saja, dan 26,4 persen untuk kedua obat," tambah catatan itu.
Ini adalah penemuan yang mengejutkan karena beberapa penelitian lain tidak menemukan manfaat dari hidroksiklorokuin, obat yang awalnya dikembangkan untuk mengobati dan mencegah malaria.
Banyak penelitian menemukan bahwa pasien tidak hanya tak kunjung membaik, tapi malah cenderung menderita efek samping jantung usai konsumsi hidroksiklorokuin.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menarik izin penggunaan daruratnya untuk obat tersebut awal bulan Juli dan uji coba di seluruh dunia, termasuk uji coba yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Institut Kesehatan Nasional dihentikan.
Baca Juga: Klorokuin Diberikan untuk Pasien Covid-19 di Indonesia, Berapa Dosisnya?
"Hasil kami berbeda dari beberapa penelitian lain," kata Zervos pada konferensi pers.
"Apa yang kami anggap penting dalam diri kami adalah bahwa pasien harus dirawat lebih awal agar hidroksiklorokuin bermanfaat, perlu dimulai sebelum pasien mulai menderita beberapa reaksi kekebalan parah yang dapat dialami pasien dengan Covid-19," katanya.
Menurut penelitian itu, kombinasi hidroksiklorokuin plus azithromycin disediakan untuk pasien tertentu dengan Covid-19 yang parah dan dengan faktor risiko jantung rendah.
Tim Henry Ford mengatakan mereka percaya temuan mereka menunjukkan hidroksiklorokuin dapat berpotensi bermanfaat sebagai pengobatan untuk virus corona.
"Penting untuk dicatat bahwa dalam pengaturan yang tepat, ini berpotensi menjadi penyelamat bagi pasien," kata Dr. Steven Kalkanis, CEO Henry Ford Medical Group, pada konferensi pers.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
Terkini
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik