Suara.com - Eucalyptus merupakan tanaman pohon cemara yang tumbuh cepat asli Australia. Sebagai bahan dalam banyak produk, eucalyptus umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk dan pilek.
Seperti dilansir dari Medical News Today, minyak yang berasal dari pohon eucalyptus kerap digunakan sebagai antiseptik, parfum, sebagai bahan dalam kosmetik, sebagai penyedap, dalam persiapan gigi, dan dalam pelarut industri.
Gaya pengobatan Cina, India Ayurvedic, Yunani, dan Eropa lainnya telah memasukkannya ke dalam perawatan berbagai kondisi selama ribuan tahun.
Ada lebih dari 400 spesies eucalyptus yang berbeda. Eucalyptus globulus , juga dikenal sebagai Blue Gum, adalah sumber utama minyak kayu putih yang digunakan secara global.
Minyak yang disuling dari daun eucalyptus memiliki sifat antibakteri, antivirus, dan anti-inflamasi. Dua senyawa kimia di dalamnya, yakni flavonoid dan tanin memiliki banyak manfaat.
Flavonoid merupakan kelompok fitonutrien terbesar yang dipenuhi dengan antioksidan. Dikutip dari Medical Daily, daun yang kaya akan flavonoid memiliki antioksidan yang mencegah stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas dari penumpukan dalam tubuh.
Senyawa flavonoid yang ditemukan dalam daun adalah quercetin, phloretin, catechin, luteolin dan kaempferol. Kesemuanya mencegah kanker, penyakit jantung dan demensia.
Sedangkan tanin merupakan jenis senyawa kimia yang termasuk kelompok senyawa lebih besar yang disebut polifenol, sama seperti flavonoid. Ia dapat membantu mencegah penyakit dengan memberikan manfaat antioksidan dan antimikroba.
Tanin secara alami ditemukan dalam berbagai tanaman yang dapat dimakan dan tidak dapat dimakan, termasuk kulit pohon, daun, rempah-rempah, kacang-kacangan, biji-bijian, buah-buahan, dan kacang-kacangan.
Baca Juga: Mengenal Bahan Eucalyptus dalam Kalung Antivirus Corona, Ini 5 Manfaatnya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia