Suara.com - Sakit kepala seperti migrain bisa sangat menganggu aktivitas dan konsentrasi sehari-hari, termasuk pada anak-anak.
Migrain juga bisa terjadi pada anak-anak, tapi sayangnya makanan seperti cokelat dan keju yang banyak disukai anak-anak ternyata malah memicu penyakit satu ini.
Migran memang bukan sekedar sakit kepala biasa, efeknya bisa sedang hingga berat. Migrain juga bisa diturunkan dari orangtua ke anak-anaknya, diperparah dengan makanan yang bisa memicunya seperti cokelat dan keju.
"Kadang ada beberapa makanan yang bisa mecetuskan sakit kepala. Paling sering itu keju dan cokelat, coba dicek apakah setelah makan itu sakit kepala," ahli neurologi anak Dr. Lies Dewi Nurmalia, Sp.A (K) dalam diskusi Live IG Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (7/7/2020).
Mengutip News Medical, meskipun hasil penelitian cenderung ambigu, studi epidemiologis menunjukkan hubungan antara cokelat dan migrain.
Tapi efek samping cokelat ini berbeda antara satu orang dan orang lain, orang yang mengalami migrain setelah mengonsumsi cokelat sebagainya melakukan tindakkan pencegahan.
Sementara itu cheddar, mozzarella, parmesan, feta, Swiss, dan Gouda semua jenis keju ini berperan sebagai pemicu serangan migrain. Di sisi lain ada penelitian yang menghubungan keju tua dengan migrain.
Hal ini karena di dalam keju tersebut diyakini kandungan tyramine adalah jadi penyebabnya. Sementara, jumlah tyramine dalam keju berbanding lurus dengan usia keju dipermentasi. Jadi bagi yang mendapat serangan migrain setelah mengonsumsi keju disarankan berhati-hati.
Penyebab lainnya ialah zat monosodium glutamat atau dikenal dengan MSG dikaitkan dengan pemicu migrain. Sayangnya tidak ada bukti ilmiah yang bisa membantah dan membuktikan hal ini.
Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Tanda Sakit Kepala Pada Anak yang Harus Diwaspadai
Meski begitu, pasien yang punya sensitivitas migran tinggi diminta untuk menghindari makanan dengan kandungan MSG.
Sementara itu pemicu sakit kepala seperti migrain sendiri nampaknya harus berhati dengan gaya hidup seperti cemas berlebih, stres, dan gangguan tidur sangat memengaruhi sakit kepala.
Berita Terkait
-
Wangi Manis yang Bikin Candu! 5 Rekomendasi Parfum Aroma Cokelat Paling Awet
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Nestle Umumkan 12 Ton Cokelat KitKat Dicuri Jelang Paskah
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Dikritik Pedas Soal Cokelat Premium, Aurel Hermansyah: Menurutku Itu Kasar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan