Health / Konsultasi
Selasa, 07 Juli 2020 | 15:07 WIB
Ilustrasi wabah pes. [Shutterstock]

Suara.com - Pihak berwenang di daerah otonom di China Utara telah mengeluarkan peringatan kesehatan setelah seorang petani setempat mengidap wabah pes.

Seorang petani dilaporkan dalam kondisi stabil setelah dikonfirmasi mengidap penyakit itu pada hari Minggu, demikian seperti dilansir dari Science Alert.

Pejabat kesehatan di Bayan Mur, sebuah kota di Mongolia Dalam, pada hari Minggu mengeluarkan peringatan tingkat ketiga, yang merupakan terendah kedua dari empat tingkatan.

Peringatan itu melarang berburu atau memakan hewan liar yang bisa membawa wabah hingga akhir tahun. Warga setempat juga diberitahu untuk melaporkan menemukan hewan yang mati dan serta orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda demam atau kematian mendadak.

"Saat ini, ada risiko penyebaran wabah manusia di kota ini. Masyarakat harus meningkatkan kesadaran dan kemampuan perlindungan diri, dan segera melaporkan kondisi kesehatan yang tidak normal," kata otoritas kesehatan setempat, menurut surat kabar China Daily.

Wabah pes adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan merupakan penyebab Black Death, yang melanda sebagian besar Asia, Eropa dan Afrika pada abad keempat belas dan merenggut sebanyak 50 juta jiwa.

Sekarang penyakit itu mudah diobati dengan antibiotik, artinya kasus jarang dan epidemi sangat tidak mungkin, dan pasien yang terinfeksi berada dalam kondisi stabil.

Tetapi masih ada wabah penyakit yang sesekali terjadi - Madagascar mencatat lebih dari 300 kasus pada tahun 2017. Pasangan Mongolia juga meninggal tahun lalu setelah tertular penyakit pes ketika mereka makan daging marmut mentah.

Baca Juga: Covid-19 Belum Selesai, Mongolia Diancam Wabah Pes

Load More