Suara.com - Bagi beberapa orang, mewarnai rambut merupakan bentuk ekspresi diri atau cara lain dalam menunjukkan jati diri mereka. Namun, masih banyak pendapat perihal kesehatan dalam penggunaannya.
"Ada banyak kontroversi dalam hal risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh pewarna rambut," kata Dr. Shilpi Khetarpal, seorang dokter kulit di Klinik Cleveland.
Beberapa tahun yang lalu, produk pewarna rambut lama ditemukan mengandung karsinogen, tetapi saat ini, hubungan antara bahan pewarna tertentu dan kanker lebih sulit untuk diketahui.
Pada akhir 1970-an, peneliti menemukan beberapa bahan kimia dalam pewarna rambut, seperti 4-MMPD dan 2,4-toluenediamine, meningkatkan risiko kanker pada hewan di laboratorium. Sekarang, ada sedikit bukti untuk hubungan antara keduanya.
Dilansir dari Live Science, ada penelitian yang memang menunjukkan kemungkinan hubungan antara penggunaan pewarna rambut dan kanker kandung kemih.
American Cancer Society mengatakan beberapa penelitian telah menunjukkan penata rambut yang terpapar pewarna rambut dalam jangka waktu lama memiliki risiko kandung kemih, meski sedikit.
Studi yang menyelidiki hubungan antara pewarna rambut dan kanker payudara serta kanker terkait darah juga telah menemukan hasil yang beragam dan tidak ada bukti konklusif.
"Berdasarkan penelitian, itu benar-benar tidak jelas berapa banyak penggunaan pewarna rambut pribadi dapat meningkatkan risiko kanker. Sebagian besar studi tidak menemukan hubungan yang kuat," sambung Khetarpal.
Sedangkan International Agency for Research on Cancer, subbagian dari WHO, belum mengklasifikasikan pewarna rambut dalam hubungannya dengan risiko kanker, yang menyatakan tidak ada cukup bukti.
Baca Juga: Rangsang Pertumbuhan Rambut dengan Masker Bayam, Begini Caranya!
Menurut Khetarpal, kekhawatiran kesehatan utama lainnya tentang pewarna rambut adalah bahwa beberapa orang alergi terhadap bahan-bahannya.
Kebanyakan orang yang bereaksi terhadap pewarna rambut alergi terhadap kimia paraphenylenediamine (PPD).
"Ini bahan yang relatif umum di banyak pewarna rambut yang lebih gelap," jelas Khetarpal.
Itulah sebabnya penting untuk melakukan tes terlebih dahulu saat pertama kali menggunakan produk pewarna rambut apapun selama 48 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi